Kepala OJK KR4 : Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lebih Tinggi Dibanding Nasional 

0
339

BATU,Nawacita.co  – Tantangan perekonomian Indonesia ke depan masih tergolong cukup tinggi, seiring dengan ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut dan dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kenaikan Federal Fund Rate (FFR), perkembangan intensitas perang dagang (trade war) antara Amerika dan Tiongkok, serta krisis yang mengancam beberapa negara emerging market.

Meskipun kondisi perekonomian global masih penuh dengan ketidakpastian, namun sistem keuangan Indonesia masih stabil dan terjaga dengan baik. Tercermin dari ketahanan perbankan yang masih kuat dengan CAR 23,33%.

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 (KR4) Jatim, Heru Cahyono saat menggelar Evaluasi Kerja, Feedback Pengawasan dan Capacity Building BPRS 2018 di Hotel Singhasari, Batu Malang, Rabu, (28/11).

Pertemuan tersebut dihadiri Pemegang Saham, Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah dari 28 BPRS se Jatim. Evaluasi kinerja itu merupakan atensi kepedulian dan perhatian OJ K terhadap perkembangan industri BPR Syariah di Jatim dan digelar secara rutin setiap tahunnya.

Dengan mengangkat tema “Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Manajemen Risiko dalam Rangka Mewujudkan Industri BPRS yang Tumbuh Sehat, Terpercaya dan Berkelanjutan”.

Ekonomi Jatim pada triwulan III/2018 tumbuh 5,40% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional (5,17%) dengan tingkat inflasi sebesar 2,75%, lebih rendah dibanding inflasi nasional (3,16%).

“Sektor jasa keuangan di Jatim juga mencatatkan kinerja yang positif, antara lain tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan sebesar 6,28% (yoy) yang ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 7,82% (yoy) dan kredit/pembiayaan 10,67% (yoy).” jelasnya.

Di antara kinerja positif perbankan Jatim, bank syariah mampu menunjukkan eksistensinya dengan mencatatkan pertumbuhan volume usaha sebesar 16,12% (yoy), DPK 13,84% (yoy) dan Pembiayaan 18,02% (yoy).

“Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan perbankan di Jatim. Sehingga menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Jatim terhadap perbankan syariah mengalami peningkatan yang signifikan,” pungkas Heru.

(Dny)

LEAVE A REPLY