KPU Sebut Debat Capres Bisa Dilakukan di Luar Jawa

0
207
Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Komisioner KPU Wahyu Setiawan

JAKARTA, Nawacita— Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan debat capres-cawapres memungkinkan untuk digelar di luar Jakarta. Bahkan Arief menyebut debat capres-cawapres mendatang bisa digelar di luar Pulau Jawa.

“Mungkin saja debat capres-cawapres digelar di luar Jakarta. Kan selama masih ada di wilayah Indonesia, masih memungkinkan,” ujar Arief kepada wartawan di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Meski bisa digelar di daerah, menurut Arief pelaksanaan debat kandidat itu harus mudah untuk siapapun. Khususnya mudah bagi penyelenggara pemilu, mudah bagi peserta pemilu, mudah untuk media dan mudah untuk masyarakat.

“Nah kalau nanti mencari tempat yang susah dijangkau kan susah juga bagi semua pihak. Jadi seharusnya ya yang mudah dan murah untuk semua pihak. Diupayakan  juga walau mudah dan murah, tetap tujuan utama debat publik itu bisa tercapai, ” tegas Arief.

Menurut Arief, menggelar debat di luar Jakarta merupakan hal positif. Pasalnya, KPU pun ingin pengetahuan tentang pemilu dan peserta pemilu juga bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat yang tinggal di daerah.

Namun, dia menyebut wacana ini baru rencana awal. Untuk merealisasikan debat publik di luar Jakarta harus mempertimbangkan masukan peserta pemilu dan media.

 

“Tapi untuk pelaksanaan debat di daerah itu mungkin. Baik di Pulau Jawa atau di luar Pulau Jawa, semua memungkinkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan KPU sudah menyusun jadwal untuk lima kali debat publik capres-cawapres Pemilu 2019. Jadwal terakhir pelaksanaan debat publik telah ditetapkan pada 13 April 2019.

“Kami akan melaksanakan debat publik selama lima kali yang semuanya dilakukan pada 2019. Jadwal debat capres-cawapres yang terakhir (kelima) rencananya digelar pada 13 April 2019,” ungkap Wahyu ketika dijumpai wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

Dengan begitu, dia memastikan pada 2018 tidak akan ada debat capres-cawapres yang diselenggarakan KPU. Wahyu melanjutkan, rencananya debat publik mulai digelar sejak Januari 2019.

Debat itu rencananya digelar satu kali setiap bulannya, sejak Januari hingga April. “Namun, nanti rencananya pada Maret akan kami gelar dua kali. Jadi simulasinya Januari satu kali, Februari satu kali, Maret dua kali dan April satu kali,” tegasnya.

Untuk saat ini, kata Wahyu, KPU sedang melakukan persiapan debat publik. Menurut Wahyu, persiapan debat ini rencananya selesai pada Desember 2018.

“Yang kami lakukan saat ini yakni mulai melakukan identifikasi isu utama seputar ekonomi, politik,sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, juga korupsi, narkoba, human trafficking, radikalisme, isu internasional dan sebagainya. Kemudian kami identifikasi siapa saja pakar yang bisa kami minta membantu merumuskan materi debat,” paparnya.

Selain itu, kami juga mengidentifikasi siapa saja calon panelis debat untuk setiap isu yang diangkat. Pada 28 November mendatang, KPU juga akan bertemu dengan media untuk membicarakan tentang penyiaran debat capres-cawapres.

“Terkahir, kami akan membahas lokasi debat. Apakah kelima debat akan diselenggarakan di Jakarta, atau bisa juga dilakukan di daerah lain, kami akan mempertimbangkannya. Kami sendiri juga mau jika debat dilakukan di Aceh dan Papua, tapi kami lihat mana yang paling memungkinkan,” tambah Wahyu.

repblk

LEAVE A REPLY