1050 Advokat DPC Peradi Surabaya Pecahkan Rekor Muri

0
651

Surabaya, Nawacita.co – DPC Peradi Surabaya berhasil pecahkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori layanan jasa konsultasi hukum gratis  sebanyak 1.050 advokat. Dengan register nomor 8729/R.MURI/XI/2018. Piagam tersebut diserahkan oleh Senior Manajer MURI, Yusuf Ngadri pada Ketua DPC Peradi Surabaya Hariyanto di Gedung Gelora Pancasila Jalan Indragiri Surabaya, Sabtu (10/11/2018) siang.

Dalam sambutannya Yusuf Ngadri menyampaikan, “Setelah kami cermati, MURI memutuskan untuk memberikan Piagam pada DPC Peradi Surabaya dalam kategori Advokat terbanyak sebanyak 1.050 advokat di Indonesia yang memberikan layanan konsultasi hukum gratis kepada masyarakat,” kata Yusuf.

Yusuf mengaku, dari pantauan di gedung Gelora Pancasila Surabaya, terdapat ribuan warga Surabaya yang tidak mampu hadir pada acara konsultasi hukum gratis ini.
Sebelumnya ada acara serupa dengan jumlah 200 advokat. Saat itu juga mencatat rekor Muri. Namun, rupanya Peradi berhasil mendatangkan 1.050 advokat untuk layanan konsultasi hukum gratis. Sehingga, rekor sebelumnya terpecahkan.

“Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan MURI yakni, paling unik atau langkah. Nah, kegiatan yang digelar Peradi ini kategori Paling. Artinya, advokat paling banyak yang memberi layanan hukum gratis bagi masyarakat,” kata Yusuf usai penyerahan rekor MURI.

Sementara itu, sejak pukul 08.00 WIB, ratusan masyarakat sudah mendatangi gedung Gelora Pancasila. Mereka ingin mendapatkan layanan konsultasi hukum gratis. Rata-rata mereka datang bersama keluarganya. Layanan konsultasi sendiri mulai dibuka pukul 10.00 WIB. Kemudian akan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Rata-rata konsultasi memakan waktu paling lama setengah jam.

Ditempat yang sama juga Ketua DPC Peradi Surabaya Hariyanto menjelaskan , “Harapan saya, masyarakat semakin tahu bahwa keadilan itu untuk semuanya. Kegiatan ini untuk semua kalangan bagi masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, bagi masyarakat kurang mampu, bisa mendapatkan pendampingan hukum secara gratis. Menurutnya, pendampingan hukum gratis bagi warga yang kurang mampu wajib dilakukan anggota Peradi. Pasalnya, keadilan merupakan hak masyarakat. Jika ada anggota Peradi yang menolak memberi bantuan hukum gratis pada masyarakat kurang mampu, pihaknya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi.

“Kami sudah undang masyarakat untuk hadir dalam kegiatan ini. Rata-rata masalah sengketa tanah dan juga surat ijo. Kemudian masalah-masalah sosial lainnya,” tutupnya.

Penyerahan piagam MURI tersebut disaksikan Ketua Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan, Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan serta ribuan advokat dari Jawa Timur, Jakarta, Palembang, Banjarmasin dan Palu.

Dny

LEAVE A REPLY