Ridwan Kamil: Saya Dilarang Komentari Meikarta, Nanti Salah Lagi

0
249
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Jakarta,Nawacita – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku dilarang berkomentar tentang proyek Meikarta. Siapa yang melarang?

“Saya nggak akan berkomentar lebih jauh, kan dilarang berkomentar, nanti salah lagi,” ucap pria yang karib disapa Kang Emil itu di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).

Emil sempat berniat memanggil Pemkab Bekasi dan pengembang Meikarta. Namun saat ditanya lebih lanjut, jawaban Emil masih sama.

“Saya sudah bilang, nggak bisa komentar urusan Meikarta. Saya dilarang. Nanti salah lagi,” imbuh Emil tanpa menyebut jelas siapa yang melarangnya.

Terlepas dari itu, Emil mendukung upaya pemberantasan korupsi. Dia mengaitkan momentum peringatan Sumpah Pemuda dengan semangat tersebut.

“Saya mendukung upaya siapa pun, pemberantasan korupsi dan hari ini di Sumpah Pemuda ini, sangat menggema. Kita butuh pemuda yang insyaallah masa depannya berintegritas. Tugas kita sebagai pemimpin, menyiapkan platform supaya integritas menjadi landasan kita dalam melayani masyarakat. Tidak boleh lagi ada kepala daerah yang mencuri uang rakyat, yang tidak berintegritas menyiasati aturan. Saya bertekad dalam kepemimpinan saya, itu akan kira kawal dengan upaya-upaya. Jadi saya mendukung semua pihak yang hari ini menegakkan terhadap masalah pemberantasan korupsi,” ucap Emil.

Sebelumnya memang Emil sempat berencana memanggil Pemkab Bekasi dan pengembang Meikarta dalam rangka pengkajian menyeluruh proses pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Namun KPK, yang mengusut dugaan suap berkaitan dengan perizinan proyek Meikarta–memberi pesan padanya.

“Kami membaca informasi bahwa Gubernur Jabar berencana memanggil pihak Pemkab dan pihak Meikarta. Jika itu benar, kami ingatkan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang berisiko menghambat penanganan perkara yang sedang dilakukan oleh KPK,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (26/10).

“Karena tidak tertutup kemungkinan pihak-pihak yang akan dipanggil tersebut juga merupakan saksi bagi KPK,” imbuhnya.

dtk

LEAVE A REPLY