Total Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Mencapai 4.812

0
280

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers, Minggu (7/10), mengungkapkan, jumlah korban tewas mencapai 1.763 orang.

Korban tewas berasal dari Donggala (159 orang), Kota Palu (1.519 orang), Parigi Moutong (15 orang), dan Pasangkayu (1 orang). “Hingga hari ini 1.755 jenazah telah dimakamkan di empat wilayah yaitu, TPU Paboya berupa pemakaman masal sebanyak 753 Jenazah, TPU Pantoloan 35 jenazah, Biru Maru 8 jenazah, dan Pasangkayu 1 jenazah,” katanya.

Jumlah korban luka berat yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 2.632 orang. Korban yang dinyatakan hilang mencapai 265 orang serta korban tertimbun 152 orang. Sedangkan 62.359 orang yang mengungsi kini ditampung di 147 titik.

Menurut Sutopo, evakuasi korban masih sulit karena beberapa wilayah masih tertutup dengan lumpur basah sehingga dibutuhkannya tambahan kendaraan amfibi. Sekurangnya butuh enam unit kendaraan ampfibi untuk mencapai lokasi tersebut.

BNPB juga sudah mendata rumah rusak yang sampai hari ini tercatat 66.926 unit di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Satu rumah sakit rusak berat adalah RS Anutapura, serta enam Puskesmas yaitu , PKM Talise, PKM Mamboro, PKM Lere, PKM Nosala, dan PKM Singgan.

Bantuan
Bantuan logistik ke Sulteng datang melalui jalur darat, udara, dan laut. Salah satunya adalah dari 15 kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota. Sedangkan penyaluran kepada warga terdampak dilakukan langsung dibagikan kepada korban. Penyaluran bantuan ke beberapa desa yang terisolasi seperti Kolawi, Kolawi Selatan, dan Titikor dengan menggunakan helikopter.

Ditambahkan, hingga saat ini PLN telah berhasil memperbaiki 100% gardu di Palu, Sigi, dan Donggala. Pasokan BBM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM sebanyak 75% pada minggu depan.

Pertamina telah menyalurkan 450.000 liter kepada 11 rumah sakit, Basarnas, BNBP, BPBD, TNI- Polri, 4 PLTD, dan base transceiver station(BTS) Komunikasi. Dalam hal transportasi, jalan pulau ke Kolawi yang terputus 12 km sudah berhasil menembus 6 km. Serta telekomunikasi, BTS operator seluler telah berhasil memperbaiki sebanyak 60% yang dipengaruhi juga oleh pulihnya pasokan listrik di Palu.

Jumlah perangkat internet satelit yang sudah berfungsi kembali di lokasi bencana mencapai 10 unit perangkat yang dipasangkan di 10 tempat seperti Posko Utama Korem, Rumah Dinas Gubernur, Kantor Walikota, danRS Bhayangkara. Untuk saat ini telah di upayakan juga dengan penyediaan air bersih dengan rencana pembuatan Sumur Bor di 22 lokasi. Hingga saat ini, Sutopo mengakui, belum mendapatkan kabar berapa lokasi yang telah melakukan pengeboran sumur.

“Percepatan infrastruktur PLN sudah 100% gardu induk, BBM sudah 75% terkirim di Sulteng, namun semua tetap memerlukan waktu untuk kembali normal. Sebanyak 22 sumur bor sudah dibangun Kementerian ESDM karena sumur-sumur penduduk keruh, penuh lumpur dan kering,” jelasnya.

Bantuan dari luar negeri pun masih diterima seperti dari Singapura, India, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Malaysia. Rata-rata bantuan berupa jenset, peralatan kesehatan, makanan, selimut, dan air bersih. “Ada pula sembilan negara yang menyumbangkan uang tunai,” katanya.

(BRST)

LEAVE A REPLY