Forkas Menjual US$ 50 Juta Ke dalam Rupiah, BI Beri Apresiasi

0
495
Daari kiri-kanan) Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi. Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A Johansyah dan Kastaf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (20/9/2018) malam.

Surabaya,Nawacita.co  – Bank Indonesia sangat mengapresiasi dengan terbentuknya  forum Komunikasi  Assosiasi Pengusaha ( FORKAS) yang telah bersatu menguatkan rupiah dengan dikonversi US$ 50 juta menjadi Rupiah dan ini cukup besar untuk melakukan stabilisasi nilai tukar, karena Bank Indonesia tugasnya mengatur volume dolar dan rupiah. Dan Bank Indonesia akan selalu bekerja sama dengan para Pengusaha karena tujuanya adalah dimana kita bisa terus meningkatkan Expor kita, Kegiatan ini berlangsung di Hotel Majapahit Surabaya, kamis ( 20/08) malam

Dalam sambutanya Difi Ahmad Johansyah bahwa kita bertransaksi sejak tahun 2011 sampai  sekarang  dan Allamdulilah Pemerintah sudah banyak melakukan hal fundamental  dan strategis  untuk menguatkan  exspor kita khususnya dalam beberapa hal seperti, mendorong Pariwisata sebagai upaya kita untuk meningkatkan perolehan devisa.” Tuturnya

Kemudian pengusaha jangan segan bertanya jika ada keluhan masalah exspor bisa diskusikan bareng dengan kami, karena kami punya  Forum. hal yang menjadi keluhan pengusaha akan kami sampaikan seperti retribusi pajak, karantina dan juga kurs BI dengan pelayaran, itu juga akan sampaikan ke dewan gubernur karena kita harus bekerja sama dan serta bahu membahu dan dalam kebersamaan kita ini.

Selanjutnya 99% perdaganan kita mengunakan  mata uang US dolar, Padahal  perdagangan dengan amerika hanya 14 %. sehingga akhir akhir ini kita memang merasa  perlu untuk  mencari alternative mata uang perdagangan kita, selanjutnya kami mohon dukungan kepada teman para pengusaha yang ada di Perbankan untuk membantu dalam hal ini.

“Kita sedang merintis Perdagangan antar Asean dengan mengunakan Ringgit untuk Malaysia dan Bath dengan Thailand dan dalam waktu dengan China, kita mengunakan Rate BI sehingga dengan demikian para pengusaha tidak lagi kwatir terkena double transaction cost misalnya dari Ringgit ke dollar dari dollar ke Rupiah lagi, Sehingga kedepanya harapan kita adalah ketergantungan terhadap dollar bisa semakin berkurang ,’’ Ucap Difi Ahmad Johansyah

Sementara itu Jenderal (Purn) Moeldoko Mengatakan, jadi ini adalah sebuah hal gerakan yang positif  dan saya yakin  pasti bisa memberikan inspirasi kepada  teman yang lain dan semuanya akan termotivasi  untuk mengikuti apa yang terjadi disini.

Dan pemerintah  juga ingin menjaga nilai dolar tidak bergejolak  dan pengusaha tidak menginginkan situasi ini terjadi  maka harus ada kolaborasi  sifat sinergi positif  antara pengusaha dengan Pemerintah dan ini adalah langkah nyata.” Ujarnya

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh  kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal ( Purn) Moeldoko, Perwakilan Gubernur Jawa timur,  ketua Forkas Nur Cahyudi  serta dari Bank Indonesia.

dny

LEAVE A REPLY