Perkuat Rupiah Melalui Ekspor 20.000 Ton Pupuk ke Filipina

0
285
Ilustrasi

Nawacita – Berkomitmen memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai BUMN Pupuk mewujudkannya dengan meningkatkan ekspor pupuk urea, amomiak, dan NPK hingga akhir 2018.

Rini Soemarno, Menteri BUMN mengatakan ekspor bisa menjadi langkah memperkuat nilai tukar rupiah. Dilansir Antara, tahun ini, ekspor pupuk ditargetkan menembus Rp8,31 triliun.

Kebanyakan sasaran ekspor dari produk tersebut adalah negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Kamboja, Thailand dan Myanmar.

“Tapi kita harus mengutamakan kebutuhan dalam negeri apakah itu subsidi atau nonsubsidi, sisanya baru dipasarkan ke luar negeri,” kata Rini saat melepas secara simbolis ekspor urea sebanyak 20.000 ton ke Filipina dari Pelabuhan PT Pupuk Kaltim di Bontang, Selasa (18/9/2018).

“Pupuk Indonesia Grup merupakan satu dari sejumlah BUMN yang selalu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk yang kualitasnya telah diakui,” katanya.

Sementara itu, Aas Asikin Idat Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga penjualan ekspor sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara dan kembali memperkuat nilai rupiah.

Aas menegaskan bahwa penjualan ekspor tersebut dilakukan setelah mendapatkan izin ekspor dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk sektor subsidi dalam negeri dan stok minimal sesuai ketentuan yang diatur Permendag Nomor 15 tahun 2013.

Sepanjang Januari-Agustus 2018, Pupuk Indonesia telah mencatatkan penjualan ekspor sebesar 1.081.425 ton yang terdiri dari 616.294 ton Urea, 371.841 ton Amoniak dan 93.290 ton NPK atau dengan total senilai Rp4,55 trilliun.

Sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara, Pupuk Indonesia menguasai pasar pupuk Negara-negara di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, Timor Timor dan Singapura dengan total ekspor sebesar 507.694 ton Urea, 126.170 ton Amoniak, dan 21.301 ton NPK atau senilai Rp2,67 triliun.

Selain Asia Tenggara, wilayah Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea Selatan masih menjadi tujuan ekspor tertinggi untuk produk-produk tersebut. Tidak hanya wilayah Asia, namun produk Pupuk Indonesia pun telah masuk ke pasar negara Yordania, AS, Afrika Selatan, Chile, Puerto Rico dan Peru.

ssby

LEAVE A REPLY