Kubu Jokowi tak akan Paksa Yenny Wahid Masuk Tim Kampanye

0
617
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding

JAKARTA, Nawacita — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya tak akan memaksa Yenny Wahid untuk masuk ke dalam struktur TKN. Namun, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan menyambut dengan senang hati jika Yenny mau bergabung.

“Kita sangat terbuka dan bersyukur jika tokoh sekaliber Yenny Wahid mau bergabung. Tapi, itu tergantung sikap politik pribadi Yenny. Kita tidak boleh memaksa,” kata Karding, Senin (11/9).

Menurutnya, KIK tidak bisa menuntut sikap seseorang apalagi dalam persoalan politik. Siapa mendukung siapa, lanjut Karding, sepenuhnya hak masing-masing individu. “Apakah Yenny mau diajak masuk atau tidak, ya sepenuhnya kita serahkan kepada Yenny,” jelasnya.

Sikap tak memaksa tersebut bukan berarti mencerminkan KIK tak khawatir akan kehilangan suara dari warga Nahdliyin dan Gusdurian. Walau bagaimanapun, Yenny yang merupakan putri kedua Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) punya kekuatan mengkonsolidasikan warga NU. Koalisi Indonesia Kerja tak boleh berandai-andai, sebab, kata Karding, pun belum diketahui seperti apa pandangan Yenny Wahid kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Misal Yenny bergabung, ya tentu kita bersyukur,” ucapnya.

Dari kubu Prabowo-Sandiaga, Sekretaris Jenderal PAN Faldo Maldini mengungkapkan, NU merupakan warisan penting bagi bangsa Indonesia. Seandainya ada tokoh NU yang bergabung, tentu akan menjadi berkah bagi tim sukses. “Kami pun bisa mendapat masukan dari sisi pandangan Nahdliyin,” ujarnya.

Sebab, kata Faldo, kondisi sebagian warga Nahdliyin yang berada di pedesaan cukup pelit. Khususnya dari segi perekonomian daerah yang dirasa semakin sulit. Faldo mengatakan, ada ketimpangan harga bahan pokok antara di kota dan di desa. Meski demikian, lanjut dia, koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga tak ingin terjebak pada persoalan figur. Bagi PAN sendiri, lebih penting melakukan pendekatan langsung kepada warga Nahdliyin ketimbang memperebutkan tokoh-tokohnya.

“Kami tidak mau terjebak pada soal entitas. Kami menampung semua tokoh karena koalisi kami, koalisi konstruktif,” jelasnya.

repblk

LEAVE A REPLY