Gapoktan Al Barokah Binaan BI Siap Exspor Beras Organik

0
958

Mulyono (nomor 3 dari kiri ) : ketua Gapoktan Al Barokah, bersama Harmanta : Kepala Grup Bank Indonesia Jatim, Munandar : Kepala Dinas Pertanian Kab Bondowoso, Prof Indah Prihantini : Pendamping Gapoktan – dosen UMM, M Lukman Hakim : Deputi Bank Indinesia Jember

Bondowoso, Nawacita.co – Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) AL Barokah yang Tergabung Bondowoso Petani Organik ( Botanik ) Binaan KpW Bank Indonesia Jember menyelengarakan pertemuan sekaligus memamerkan hasil produk organik yang berhasil mencapai 6 ton perhektar dan sudah menebus dunia dan siap ekspor.

Kegiatan ini yang berlokasi di desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Kamis 23/08 siang.diikuti beberapa kepala dinas terkait diantaranya 1. Mulyono : ketua Gapoktan Al Barokah,Harmanta : Kepala Grup Bank Indonesia Jatim, Munandar : Kepala Dinas Pertanian Kab Bondowoso, Prof Indah Prihantini : Pendamping Gapoktan – dosen UMM, M Lukman Hakim : Deputi Bank Indinosia Jember serta 49 wartawan dari jawa timur

Mulyono ketua Gapoktan Al Barokah mengatakan kami akan usahakan 20 ton perbulan dan ini masih tahapan, September ini akan produksi beras merah organik, Beras Putih, Beras Hitam. Dan sementara ini kami sudah Export Beras di belgia dan Untuk ke jepang sudah mulai tetapi kapasitasnya hanya 1 Ton saja.

“Selanjutnya untuk mengenai sertifikasi yang setiap tahun di perbaruhi dan allamdulilah kita sudah menyisihkan 1000 rupiah Setiap 1kg, sedangkan untuk sertifikasi yang akan datang untuk biayanya yang center union 85 juta persertifikasi dan internasional control union untuk 22 hektar .” Ujar Ketua Gapoktan Al barokah Mulyono

Disisi lain Prof indah Prihatin juga menyatakan, kalau Konfersi konfersi sudah pakai organik tapi belum dapat sertifikasi itu dia jual 500 lebih, dimana dibandingkan dengan beras biasa, tapi kalau yang sudah Organik sudah dapat sertifikat dia dapat 1000 lebih mahal dibandingkan dengan gabah Biasa, jadi harga juga menyenangkan si Petani, ” ujar dia.

Dan untuk sertifikasi Nasional rata 24 sampai 25 juta perkelompok tani. Sedangkan internasional Antara 80 sampai 200 juta, tergantung kita satu Negara. Dan itu murni bantuan SNI APBD 1.

Dan yang terakhir bupati mencanakan 2018 export perdana. sertifikasi internasional harus disalurkan pakai dana APBD, jadi sertifikat internasional terakhir control Union dibiayai Oleh ABPD 2.” Pungkasnya

(Dny)

LEAVE A REPLY