PPP Sindir Okky Asokawati dan Haji Lulung yang Nyaleg dari Partai Lain

0
557
Sekjen PPP Arsul Sani di Rakornas PPP
Sekjen PPP Arsul Sani di Rakornas PPP
Nawacita – Fenomena kader lompat partai marak terjadi menjelang pileg 2019. Terutama para kader partai politik incumbent yang sudah duduk di parlemen. PPP adalah salah satu partai yang mengalaminya.
Dua kadernya yaitu Haji Lulung pindah ke PAN dan Okky Asokawati pindah ke Partai NasDem. PPP mengaku menghargai setiap kadernya yang ingin pindah partai. Namun sangat disayangkan, para kader tersebut belum mengundurkan diri secara resmi dari PPP.
“PPP tidak ingin menghalangi hak seorang warga negara untuk pindah parpol. tp kalau warga negara itu sedang menjabat sbg anggota dpr anggota DPRD, maka etika politiknya itu yang harus ditegakkan,” jelas Sekjen PPP Arsul Sani di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7).
Arsul meminta, seharusnya kedua kader tersebut mengundurkan diri dulu dari PPP lalu berbicara banyak di depan publik. Okky dan Lulung tiba-tiba mendaftar ke partai lain sebagai bakal caleg.
“Beliau ketemu dulu sama pimpinan partainya, mengajukan surat pengunduran diri, tidak hanya sebagai anggota partai tetapi sebagai anggota DPR. Baru mengumumkan diri kepada publik. Apalagi seperti Bu Okky itu pengajar etika loh di sekolah modeling,” jelasnya.
“Seperti Pak Haji Lulung-lah misalnya, dia mengundurkan diri aja belum. Kemudian berargumentasi saya nanti mundurnya setelah ditetapkan menjadi caleg, lah kan tidak seperti itu,” tambahnya.
Menurut Arsul, contoh yang baik bisa dilihat dari Titiek Soeharto dan Akbar Faisal yang menyelesaikan terlebih dahulu pengunduran dirinya di partai awal, baru kemudian berbicara di publik dengan seragam partai barunya.
“Saya menyesalkan bahwa orang DPR dan DPRD yang pintar-pintar bahkan jadi pengajar etika, tapi kok standar etika politiknya tidak seperti Mbak Titiek Soeharto atau dulu Bang Akbar Faizal waktu pindah dari Hanura ke NasDem. Kan enggak menampakan diri di publik tapi mundur dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Okky Asokawati merupakan anggota DPR dari Fraksi PPP di Komisi IX Dapil Jakarta Pusat. Sementara Haji Lulung merupakan wakil ketua DPRD DKI dari fraksi PPP. Saat dualisme kepengurusan di PPP, Lulung adalah loyalis Djan Faridz.
kmpr

LEAVE A REPLY