Ratna Sarumpaet Datangi KPK

0
662
Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Ratna Sarumpaet
Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Ratna Sarumpaet

Nawacita – Ratna Sarumpaet tiba-tiba mendatangi KPK. Dia mengaku kedatangannya ke lembaga antirasuah itu berkaitan dengan Ganjar Pranowo. Apa maksudnya?

Awalnya Ratna yang merupakan Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) datang bersama Idris selaku koordinator perwakilan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka ingin menuju unit pengaduan masyarakat di KPK menanyakan tentang kasus korupsi e-KTP serta kaitannya dengan Ganjar.

“Minta penjelasan tentang statusnya Pak Ganjar. Karena mereka mau pilkada dan mereka (masyarakat) jangan dibingungin. Kalau orang sudah terkait korupsi, harusnya kan tidak ikut pilkada,” kata Ratna di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018) pukul 09.05 WIB.

“Oleh karena itu, demi menghalau keraguan kami, kami menuntut KPK menyampaikan pada kami kebenaran status korupsi yang dituduhkan pada Pak Ganjar, supaya kami bisa ber-Pilkada dengan tenang. Supaya kami mendapatkan seorang gubernur yang bersih dari segala bentuk korupsi,” imbuh Idris yang mendampingi Ratna.

Nama Ganjar memang pernah disebut aliran uang e-KTP seperti disampaikan M Nazaruddin hingga Setya Novanto. Namun Ganjar membantahnya.

“Kalau saya ini koruptor, terima duit itu, kan yang paling enak saya nggak ngaku to. Silakan ikuti dan bandingkan,” ujar Ganjar, Selasa (20/2/2018).

“Ditanya ‘saudara pernah menerima?’ (Saya jawab) tidak. ‘Pernah ditawari?’ Pernah. ‘Siapa yang menawari?’ Dan tokoh yang saya sebut ternyata beredar. Kalau saya terima, mending saya diem. Daripada ketahuan kan,” imbuhnya.

Kasus ini memang terjadi saat Ganjar masih menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR pada 2012. Ganjar memang mengakui mendapat tawaran ‘jatah’, tapi dia menolak.

“Siapa ya yang ngomong saya pernah dikasih, di dakwaan hanya satu orang. Karena saya pernah belajar hukum, katanya satu saksi bukan saksi. Tapi terjadi kan, ya saya rugi,” ujarnya.

Ganjar lalu menceritakan saat ia dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Saat itu penyidik senior KPK, Novel Baswedan, ikut memberikan pertanyaan kepadanya.

“Waktu Mas Novel saya dimintai sebagai saksi, ‘Anda saya baca di media katanya mau buka-bukaan, yuk buka-bukaan’. Saya buka-bukaan di situ. Saya bawa laptop di mobil, kalau boleh dibawa masuk tak kasih semua dokumen pembahasan saat itu,” cerita Ganjar.

Saat itu, Novel meminta kesanggupan Ganjar dikonfrontasi dengan salah satu tersangka. Ganjar sempat mengira akan dikonfrontasi dengan Nazaruddin, pihak yang selama ini menuduhnya.

“Ternyata yang diundang itu lama datangnya, karena lama datangnya, Mas Novel sampai bilang gini, ‘Mas, gini aja deh, saya mau tanya lagi, sambil nunggu ya. Kenapa setiap dikasih Anda menolak?’ Itu dia sendiri yang ngomong. Saya berharap ini dibuka. Kalau saya masih diperlukan kesaksian oleh pak hakim, saya harap rekaman itu dibuka,” papar dia.

“Mas Novel sendiri yang ngomong, berarti dia tahu dong (saya tidak menerima). Dia selidiki,” sambung Ganjar.

dtk

 

LEAVE A REPLY