Gempa di Papua Nugini 150 Orang Terlantar

0
329
Ilustrasi

Nawacita.co – Sepekan setelah gempa bumi mematikan yang mengguncang dataran tinggi Papua Nugini, hampir 150.000 orang dilaporkan masih sangat membutuhkan bantuan dan suplai darurat. Gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter yang mengguncang Papua Nugini pada 26 Februari telah merusak jalan-jalan dan menyebabkan longsor yang menghalangi upaya pengiriman bantuan.

Direktur Palang Merah Papua Nugini, Udaya Regmi mengatakan, gempa tersebut menghancurkan atau merusak rumah yang ditempati sekira 7.000 orang. Sementara 147.000 lainnya membutuhkan air, makanan dan keperluan kebersihan.

“Tantangannya adalah akses jalan yang masih belum bisa diakses truk dan kendaraan roda empat,” kata Regmi sebagaimana dilansir Reuters, Senin (5/3/2018).

“Truk besar tidak bisa ke sana. Itulah salah satu alasan mengapa makanan menjadi semakin berkurang. Tidak ada ketakutan kelaparan namun kami tidak memiliki gambaran lengkap,” lanjutnya.

Pemerintah Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat menyusul gempa besar yang terjadi pekan lalu.Namun, skala besarnya bencana ini belum dapat diketahui sampai pihak berwenang dan para sukarelawan menyelesaikan penilaian mereka di daerah-daerah yang terdampak.

Gempa susulan juga terus terjadi, termasuk tiga gempa dengan kekuatan di atas 5 SR yang terjadi pada Senin pagi.

Laporan dari Program Pangan Dunia PBB dua hari setelah gempa berkekuatan 7,5 SR pekan lalu memperkirakan 465.000 orang terkena bencana dimana 143.000 memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan 64.000 menderita ancaman kekurangan pangan yang parah.

Gempa tersebut telah menewaskan 31 orang dan membuat puluha ribu orang kehilangan akses terhadap makanan, air minum, komunikasi dan pertolongan medis selama sepekan.

 Upaya pengiriman bantuan melalui udara telah dilakukan, tetapi tidak diketahui apakah bisa menjangkau semua orang yang membutuhkan.
**
ok zn

LEAVE A REPLY