BUMN Strategis Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Alutsista RI

0
411
ilustrasi Alutsista

Jakarta, nawacita – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menginginkan industri pertahanan dalam negeri terus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan industri pertahanan nasional tidak hanya akan membawa nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga bakal menaikkan posisi Indonesia ke dalam 10 besar negara dengan kekuatan militer terbesar.

Bamsoet yang merupakan panggilan akrab Bambang Soesatyo mengatakan, saat ini peringkat pertahanan Indonesia di posisi 14. Karena itu, swasta juga perlu meningkatkan peran dalam industri pertahanan.

“Saya mendukung industri pertahanan yang dikelola pihak swasta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukan hanya dari segi kuantitasnya, melainkan juga dari nilai kualitas, sehingga tak kalah dari industri pertahanan luar negeri,” ujar dia di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Bamsoet juga mengatakan, BUMN strategis belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan alutsista nasional. Karena itu, legislator Golkar tersebut mendorong BUMN bisa bekerja sama dengan para pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri.

“Jangan sedikit-sedikit impor. Melihat hasil karya alutsista karya anak bangsa yang dipamerkan ini, saya yakin industri pertahanan swasta kita sudah mampu memproduksi dengan kualitas yang baik. Kita harus percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri,” ujar Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan, DPR selalu berkomitmen memperkuat alutsista untuk memenuhi kebutuhan sistem pertahanan dan keamanan nasional. Buktinya, anggaran pertahanan dalam APBN terus meningkat.

Anggaran pertahanan dalam APBN 2018 sudah mencapai Rp 107 triliun. Dari jumlah itu, Rp 15 triliun digunakan membeli alutsista.

Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, Bamsoet menginginkan industri pertahanan dalam negeri agar ke depan lebih diutamakan. Berdasar informasi yang masuk ke Bamsoet, hampir 80 persen peralatan pertahanan nasional masih diimpor.

“Kalaupun ada yang dibuat di dalam negeri oleh BUMN, terkadang juga hasil impor yang begitu sampai Indonesia diganti mereknya. Ini juga tidak boleh terjadi. Kita jangan jadi bangsa yang membohongi diri sendiri,” tegas Bamsoet.

LEAVE A REPLY