Harga Batu Bara Mahal, Dirut PLN Mengadu Ke Jokowi

0
289

Jakarta, Nawacita.co – Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan mahalnya harga batu bara di dalam negeri, yang mendekati 100 dolar AS per metrik ton.

Sofyan berharap, Presiden dapat memberikan solusi dan menurunkan harga batu bara untuk dalam negeri atau domestic market obligation(DMO) turun menjadi 60 dolar AS per metrik ton.

“Bahan baku PLN, 60 persen batu bara, Pak Jonan (Menteri ESDM) sudah komit untuk menurunkan harga batu bara DMO, mudah-mudahan bisa diturunkan, baik jumlah kualitas dan harga pada Februari ini,” kata Sofyan seusai bertemu Jokowi, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Sofyan menjelaskan, naiknya harga batu bara yang mencapai 50 persen dari sebelumnya sudah berlangsung selama satu tahun ke belakang.

Hal ini membuat PLN kesulitan dalam hal keuangan, apalagi tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

“Jangan sampai kita punya batu bara dijual semua, kan nanti repot sekali buat kita, buat Indonesia, untuk PLN,” kata dia.

Menurut Sofyan, Presiden Jokowi juga mendukung dan menginginkan harga batu bara untuk pasar domestik, khususnya untuk keperluan PLN dapat diturunkan.

Dengan demikian, PLN dapat menjaga tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan.

“Presiden bilang batu bara ini kan milik negara jadi kepentingan bangsa nomor 1, ya batu baranya harus dengan harga keekonomian yang cukup, agar tarif (listrik) bisa dipertahankan dengan baik,” ucap Sofyan.

Selain dapat mempertahankan tarif listrik, menurut Sofyan, harga batu bara yang terjangkau juga membuat perseroan dapat menghemat pengeluaran dan akhirnya dapat melakukan investasi untuk menambah elsktrifikasi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Presiden titip untuk segera menyelesaikan desa-desa yang belum selesai dan dalam tahun ini, Papua diminta diselesaikan dengan cepat, juga NTT dan Maluku,” ucap Sofyan.

komp

LEAVE A REPLY