Pemerintah Pastikan Bantuan Untuk Korban Gempa Tepat Sasaran

0
326

Sukabumi,Nawacita.co – (28/1/18) – Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengunjungi korban gempa bumi di Kabupaten Sukabumi, kunjungan ini untuk memastikan bahwa semua korban mendapatkan bantuan.

Harry menyerahkan bantuan senilai 1, 6 milyar kepada Wakil Bupati Sukabumi Ajo Sarjono di kantor Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi. Bantuan yang diserahkan adalah bantuan logistik dan kendaraan siaga bencana berupa 1 buah mobil tangki air .

“Ini bukti pemerintah hadir dan harus selalu ada untuk rakyatnya,” ujar Harry.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Ditjen Linjamsos Justina Dwi Noviantari, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Margowiyono dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Iwan Ridwan beserta jajarannya.

Jarak tempuh yang jauh dan terjalnya medan bukan menjadi penghalang bagi Harry dan rombongan untuk meninjau lokasi terdampak gempa bumi. Dibawah guyuran hujan yang sangat lebat tidak menyurutkan tekad untuk memastikan seluruh korban mendapat perlindungan dengan mengunjungi 3 keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat.

Dari 32 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak gempa, Kecamatan Pabuaran merupakan daerah terparah.

Seperti diketahui, gempa melanda Kabupaten Sukabumi Selasa lalu (23/1) pukul 13.34 WIB dengan pusat gempa berada di 7.21 LS – 105,91 BT Lebak, Provinsi Banten dengan kekuatan 6,1 SR.

Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu dari tujuh kabupaten yang terdampak gempa dengan 797 rumah rusak berat.

Khusus di Kecamatan Paburuan, terdata 162 rumah rusak berat akibat terdampak gempa yang tersebar di 7 desa ; 18 rumah tersebar di Desa Sukajaya, 22 rumah di Desa Sinarsari. Terbanyak berada di Desa Pabuaran dengan total 48 rumah rusak berat. 18 rumah rusak berat di Desa Lembur Sawah, 23 rumah di Desa Ciwalat, 25 rumah di Desa Cibadak dan 8 rumah di Desa Bantarsari.

Terdapat 4 titik lokasi pengungsian yang berada di 4 desa, dengan jumlah pengungsi sebanyak 28 KK.

Saat ini proses asesmen dan verifikasi guna menganalisa kebutuhan bantuan sosial pasca bencana gempa masih dilakukan oleh tim Direktorat PSKBA bersama dengan Dinas Sosial.

“Pemerintah Daerah harus segera menetapkan jumlah kerusakan akibat gempa bumi tersebut, ini dimaksudkan agar pemberian bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu,” papar Harry.

Ditambahkan, bahwa mobil dapur umum tetap berada di lokasi pengungsian hingga kebutuhan masyarakat Pabuaran dapat dipenuhi secara normal dan mandiri.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial ketika meninjau korban terdampak gempa di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor (27/1).

“Menteri Sosial menyampaikan bahwa penyaluran seluruh bantuan harus merata dan proporsional sesuai kebutuhan di lapangan. Beliau berpesan agar tim yang bertugas tetap memonitor dan menyisir para korban gempa,” ungkap Harry.

Pada kunjungan tersebut, Harry juga meninjau posko kesehatan, posko pengungsi serta layanan dukungan psikososial. Lalu bersama-sama mencicipi makanan di dapur umum lapangan yang di masak oleh TAGANA. (Humas/LJS).

LEAVE A REPLY