Bulog dan Pemprov Jatim Lamban Atasi Melonjaknya Harga Beras

0
498
Ahmad Nawardi

 

SURABAYA, nawacita – Meroketnya harga beras sejak bulan November 2017 hingga Januari 2018 yang makin mencekik warga Surabaya dan sekitarnya tidak disikapi upaya serius dari pemerintah. Badan Urusan Logistik (Bulog) divre Jawa Timur dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim juga tidak melakukan operasi dengan tepat.

 

Padahal, di lapangan, harga beras di Jawa Timur sudah naik sejak bulan November 2017 lalu baik itu beras jenis medium maupun jenis premium. Bahkan sejak pertengahan Desember 2017 hingga hari ini (15/1/2018) harga beras terus melonjak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

 

Sebagai contoh beras medium, merk Ikan Sangar pada bulan November lalu harga Rp 8200/kg, kini melonjak 34% menjadi Rp 11.000/kg secara bertahap. Harga itu jauh diatas HET pemerintah Rp9.450/kg. Bahkan barang juga ikut langka di pasaran.

Sedangkan untuk beras jenis premium Cap Tawon juga naik dari harga Rp 11.800/kg menjadi Rp 13.000/kg melebih HET beras premium wilayah Jawa RP 12.800/kg.

 

Anggota Komite II DPD RI, Ahmad Nawardi langsung merespon laporan dari masyarakat terkait masih tingginya harga beras di Jawa Timur khususnya Surabaya dan sekitarnya. “Kenaikan harga beras di Surabaya dan kota-kota besar di Jawa Timur sudah sangat tinggi, pemerintah tidak boleh diam, harus segera merespon keluhan masyarakat ini,” kata Nawardi, Senin (15/1/2018).

 

Jika harga beras dibiarkan naik seperti ini, sangat membebani masyarakat yang setiap harinya mengkonsumsi beras. “Kasihan masyarakat kalau harga kebutuhan pokok ini naiknya nggak terkontrol, saya minta Bulog maupun disperindag Jatim bertindak cepat mengatasinya,” pinta politisi asal Sampang Madura ini.

 

Disisi lain, NAwardi juga meminta pemprov Jatim mengawasi tata niaga beras di Surabaya. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa beras jenis medium yang beredar di pasar-pasar Surabaya kebanyakan berasal dari Sulawesi Selatan. “Ini ada yang aneh juga, katanya Jawa Timur surplus beras. Apa betul Jatim yang dikenal lumbung beras itu sekarang sedang kekurangan,” Tanya Nawardi yang juga ketua DPP HKTI Jawa Timur. bdo

LEAVE A REPLY