Tahun 2018 Kemenpar Targetkan 17 Juta Turis Asing Kunjungi RI

0
290
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan jumlah kunjungan turis asing sebanyak 17 juta kunjungan melalui kegiatan promosi dan penjualan paket-paket wisata menarik di 18 destinasi unggulan di Tanah Air.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata IV-2017 dalam rangka perkuat sinergi semua elemen untuk meraih target pariwisata nasional 2018. Adapun acara Rakornas ini diadakan di Main Hall Kota Kasablanka, Jakarta.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjelaskan Rakornas Pariwisata IV-2017 akan memfokuskan pada pembahasan program Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dan sinkronisasi dengan industri pariwisata serta persiapan paket tour di masing-masing destinasi yang dikemas dalam paket tour Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018.

“Kita menyiapkan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 yang ada di 18 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia,” kata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Sebanyak 18 tujuan wisata tersebut tersebar di Sumatera (Medan yaitu Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur untuk wilayah Yogyakarta,Solo, Surabaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok).

Kemudian tujuan wisata lainnya di Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado); dan Papua Barat (Raja Ampat). Arief Yahya mengatakan, penyiapan pelaksanaan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 melibatkan dukungan semua stakehoder pariwisata dalam semangat Indonesia Incorporated sebagai upaya memperkuat unsur 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) khususnya untuk penjualan paket-paket wisata yang banyak melibat industri pariwisata maupun maskapai.

“Dengan semangat kebersamaan kita akan wujudkan dalam program paket VIWI normal atau paket VIWI hot deal 2018,” tambah Arief Yahya.

Sebelum itu, Arief mengaku program hot deal belum lama ini telah dilakukan oleh indutri pariwisata dan kapal ferry di Batam dan berhasil mendatangkan turis asing cross border dari Singapura dan Malaysia.

Arief memberi perbandingan (benchmarking) dengan sejumlah negara yang melakukan strategi penjualan (hard selling) dengan melakukan bundling antara lain Vietnam yang sukses dalam melakukan selling sehingga pertumbuhan pariwisata negeri itu di atas Indonesia.

“Pariwisata Indonesia pada posisi Januari-September 2017 berhasil mendatangkan 10,46 juta wisman atau tumbuh 25,05 persen sehingga saya ketika itu optimis target akhir tahun 15 juta wisman akan terlampaui, namun dalam perjalanan adanya erupsi Gunung Agung target ini sulit tercapai. Kemungkinan tercapai sekitar 14 juta atau kurang dari 15 juta wisman,” ujar dia.

Wisatawan Timur Tengah Siap Serbu Yogyakarta pada 2019

Bandara baru Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan beroperasi pada 2019. Bandara yang lebih luas dari Adi Sutjipto Yogya ini dapat menampung penumpang mencapai 15-25 juta per tahun.

Hal itu disampaikan General Manager Bandara Adi Sutjipto Agus Pandu Purnama dalam acara Grebeg UMKM Jogja sambut bandara baru di Jogja Expo Center, akhir pekan lalu. Menurutnya bandara baru ini akan banyak dikunjungi warga dari Timur Tengah.

“Belum jadi saja sudah ada maskapai dari Timur Tengah yang ingin turun di Yogyakarta,” ujar Agus Pandu Purnama di Yogya, akhir pekan lalu.

Pandu mengatakan kesempatan ini harus menjadi peluang bagi pelaku usaha dan wisata. Sebab potensi wisatawan dari Timur Tengah sangat tinggi karena ingin langsung landing dari negaranya ke Yogya.

“Jadi maskapai ini sekali angkut bisa 600 orang. Dan besok bandara kita mampu menampung pesawat besar,” lanjutnya.

Sebelumnya, para wisatawan mengaku terkendala transportasi saat akan ke Yogyakarta. Sehingga kelak bandara baru menjadi kesempatan bagi wisatawan asal Timur Tengah untuk melakukan penerbangan langsung.

“Bayangkan 600 orang dan diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 300 penerbangan,” ujarnya.

Ia berharap bagi pelaku usaha dan wisata di Yogya khususnya Kulonprogo dapat menangkap ini menjadi kesempatan usaha. Sehingga bisa mempersiapkan lebih awal kesempatan emas ini.

“Imbasnya tidak hanya di bandara tapi sekitarnya juga Tidak hanya Timur Tengah, Eropa juga banyak ke Yogya,” katanya.

Pihak bandara juga akan memberikan kesempatan bagi setiap UMKM yang ingin masuk di bandara baru kulonprogo. Dengan satu syarat, pelaku UMKM memiliki kualitas.

“Yang pasti servisnya harus ditingkatkan. Itu yang menjadi ciri khas dan akan membawa nuansa berbeda sehingga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” pungkasnya

lpt6

LEAVE A REPLY