1.500 Pebisnis Sawit 23 Negara Kumpul di IPOC Bali

0
339

Jakarta, NawacitaSedikitnya 1.500 pelaku bisnis dari 23 negara, siap menghadiri 13th IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) and 2018 Price Outlook di Bali Nusa Dua Convention Center pada 1-3 November 2017.

Para pebisnis itu berasal dari sektor usaha dalam mata rantai industri kelapa sawit. Istimewanya lagi, IPOC 2017 dihadiri perwakilan dari petani kelapa sawit.

Rencananya, konferensi sawit terbesar se-jagad ini, dibuka Menko Perekonomian Darmin Nasution. Sejumlah menteri terkait dijadwalkan hadir, yakni Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan A Djalil.

Selain itu, sejumlah pakar ekonomi dan komoditas dunia ikut menjadi pembicara dalam konferensi yang menjadi rujukan pelaku bisnis dunia tersebut. “Tahun ini kami mengambil tema Growth through Productivity, Partnership with Smallholders. kata Chairperson IPOC 2017, Mona Surya dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (23/10/2017).

“Dari tema ini kita akan mendapatkan insight bagaimana pengelolaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang sesuai dengan tuntutan global yang semakin concern dengan isu-isu keberlanjutan. Terutama hubungan antara perusahaan dengan petani,” papar Mona.

Kata Mona, Menko Darmin bakal menyampaikan sambutan pembuka dengan memaparkan arahan kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kelapa sawit nasional. Lantaran, peran industri minyak sawit yang semakin besar terhadap perekonomian nasional baik dalam hal sumbangan devisa ekspor, pengentasan kemiskinan, maupun penyerapan tenaga kerja.

Sedangkan Menteri Sofyan Djalil akan menyampaikan paparan
terkait kebijakan tata ruang yang menjadi landasan pengembangan industri minyak sawit di Indonesia. “Kami bersyukur karena jumlah peserta konferensi tahun ini tidak kalah dengan IPOC tahun lalu, selain itu 96 booth sudah sold out dari total 98 booth pameran yang tersedia. Isu-isu minyak sawit menjadi isu yang mendapat perhatian besar dari para pelaku usaha di seluruh dunia,” kata Mona yang juga CEO PT Minanga Ogan ini.

Selain menteri dan pejabat negara, sejumlah pakar akan menjadi pembicara dalam konferensi selama dua hari tersebut. Di antaranya, Alexandre P Cooman (Cenipalma), Dato Dzulkifli Abd Wahab (Felda), perwakilan dari Bank Mandiri, Rino Afrino (Apkasindo/ Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Mahendra Siregar (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), dan Dr Sri Adiningsih (Dewan Pertimbangan Presiden).

Tampil sebagai pembicara adalah Bayu Krisnamurthi (Indonesian
Societyof Agricultural Economics/Perhepi), Dono Boestami (Oil Palm Plantation Fund Management Agency/BPDPKS), Dodi Reza Alex Noerdin (Bupati Musi Banyuasin), Suroso Rahutomo (Peneliti PPKS), Mariadaniela Bolanos (Grepalma), Thomas Mielke, ISTA Mielke GmbH (Oil World), James Fry (LMC International Ltd Inggris), Rasheed Janmohammad (Pakistan
Edible Oil Refiners Association/PEORA), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd, Inggris). “Para pembicara dari luar negeri sebagian sudah beberapa kali menjadi pembicara dalam IPOC, namun ada beberapa yang baru. Salah satunya James Fry yang analisisnya selalu dinanti para peserta,” kata Mona.

Tidak hanya konferensi, IPOC 2017 juga akan diramaikan dengan pameran yang diikuti oleh perusahaan dari berbagai sektor dalam mata rantai industri kelapa sawit. Selain itu, untuk memeriahkan acara seperti IPOC tahun sebelumnya, sehari sebelum konferensi dibuka, digelar turnamen golf di New Kuta Golf, Bali.

inlh

LEAVE A REPLY