Moermahadi Soerja: Tidak Ada Kong-Kalikong untuk Opini WTP

0
309
Moermahadi Soerja Djanegara Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Moermahadi Soerja Djanegara Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Nawacita– Moermahadi Soerja Djanegara Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
mengatakan, selama periode 2013 sampai 30 juni 2017, BPK telah melaporkan 447 temuan berindikasi pidana senilai Rp44,74 triliun kepada kepolisian, kejaksaan dan KPK.

Dari jumlah temuan itu 425 temuan senilai Rp43,22 triliun sudah ditindaklanjuti.

Selain itu BPK juga melaporkan telah menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 13,70 triliun pada semester I tahun 2017.

“Jumlah itu berasa dari penyerahan aset atau penyetoran ke kas negara, koreksi subsidi dan koreksi cost recovery,” kata Ketua BPK setelah menyerahkan ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) I/2017 kepada Presiden di Istana Merdeka, Selasa (10/10/2017).

Ketua BPK menyebutkan pula bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) juga mengalami peningkatan capaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yakni sekitar 70 persen pada 2016.

Pemerintah provinsi dengan opini WTP sejumlah 91 persen dari target 85 persen.

Pemerintah kabupaten sejumlah 66 persen dari target 60 persen dan pemkot 77 persen dari target 65 persen.

Tentang dugaan kong-kalikong untuk mendapatkan opini WTP, kepala BPK menjamin tidak akan terjadi karena prosesnya dilakukan dari bawah.

Opini WTP itu dibangun oleh tim dari pos per pos. Bagaimana bisa mempengaruhi atau menekan tim.

Menurut Ketua BPK yang mungkin bisa dilakukan adalah menghapus temuan, oleh perseorangan sebelum temuan itu dilaporkan. “Tapi untuk opini WTP tidak bisa diputuskan orang perorang harus oleh tim,” kata Ketua BPK.

Laporan keuangan dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian sangat diharapkan bagi semua pengguna APBN maupun APBD. Untuk mendapatkan opini WTP ada yang berusaha menyuap petugas BPK

Selain WTP ada opini wajar dengan pengecualian (WDP) dan Disclaimer, tidak diberikan opini karena laporannya dianggap masih bermasalah.

ssby

LEAVE A REPLY