Idea Khawatir Pajak E-Commerce Rugikan Marketplace

0
431
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Aulia Marinto

Jakarta,Nawacita.co – PEMERINTAH berencana akan menerapkan pajak bagi industri e-commerce. Namun, wacana ini dinilai perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan para pelaku usaha di sektor tersebut.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Aulia Marinto menilai marketplace akan dirugikan bila pemerintah langsung menerapkan pajak e-commerce. Para pelapak (toko daring yang berjualan lewat marketplace) akan meninggalkan marketplace untuk menghindari pajak.

“Begitu dia masuk sebagai salah satu penjual di marketplace, semua transaksinya memang ada. Namun, ini akan buat e-commerce mati karena seller akan pindah ke media sosial yang tidak terjangkau oleh aturan itu,” papar Aulia saat ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (4/10).

Ia menilai banyak penjual daring dan para usaha kecil dan menengah (UKM) yang enggan dibebani pajak. Mereka akan memilih jalur menjual lewat media sosial ketimbang marketplace bila ada pengenaan pajak e-commerce.

“Kalau pindah, tidak ada yang jual di e-commerce. Lantas investasi kita yang besar bagaimana? Katanya kita penggerak ekonomi digital?” ketusnya.

Karena itu, Aulia berharap pemerintah harus matang dalam membuat peraturan perpajakan e-commerce. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengatur para penjual daring tidak hanya lewat e-commerce, tetapi juga yang berjualan lewat media social. Meski, hal itu sulit dilakukan lantaran susahnya mendeteksi media social.

“Tapi ini harus dipikir bersama-sama, bagaimana narik pajak untuk media sosial. Pemerintah hanya mau tahu kapan itu ditarik. Jadi, bukan kami tidak mau bayar pajak, tapi itu semua harus dipikirkan bersama-sama,” pungkas Aulia.

MI

LEAVE A REPLY