FAS: Ajang Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan

0
462

Surabaya,Nawacita.co – Setelah menyelesaikan babak penyisihan dan semi final pada tanggal 24 September 2017 di Masjid Manarul Ilmi kampus ITS, Etos Surabaya menuntaskan babak grand final Festival Anak Sholeh (FAS) pada 1 Oktober 2017.

Bertempat di graha Sawunggaling, grand final FAS dikonsep dengan lebih menarik. Balon-balon dan pita warna warni menghiasi ruangan, semakin menambah meriah acara tahunan Etos Surabaya ini.

Sedari pagi saat acara dimulai, aura persaingan sudah tercium kuat. Para finalis berusaha untuk menampilkan kemampuan terbaik.mereka demi membawa pulang gelar juara.

Beberapa sekolah terlihat membawa supporter untuk mendukung moral perwakilan sekolahnya.

Di sudut-sudut ruangan terdengar samar beberapa peserta yang mengulang materi hafalan maupun pidatonya.

Babak grand final diawali dengan penampilan para finalis cabang lomba da’i.

Meskipun masih duduk di bangku sekolah dasar, tapi ilmu agama mereka terbilang mumpuni.

Beragam materi mulai dari kisah Rasulullah SAW sampai kewajiban untuk berbakti kepada orang tua diperdengarkan.

Para da’I cilik totalitas mempersembahkan yang terbaik demi membawa nama harum sekolahnya.

Selain itu mereka juga berlatih untuk menguasai mimbar supaya kelak menjadi pendakwah yang santun dan dapat menarik hati umat supaya lebih dekat dengan Islam.
Seusai penampil terakhir dari finalis da’i, ruangan dihiasi dengan suara merdu dari Adiba, seorang penyanyi cilik yang sudah terbiasa tampil di panggung untuk menyenandungkan lagu-lagu Islami.

Peserta dan supporter dibuat larut dalam kejernihan suaranya. Tepuk tangan penonton menandakan Adiba telah menyudahi penampilannya.

Final FAS dilanjutkan dengan cabang lomba tahfidz. Selain diuji dengan pertanyaan sambung ayat, peserta juga diuji pengetahuannya dengan soal tajwid dan gharib dalam Al-Qur’an.

Salah satu juri dalam cabang ini adalah Ustadz Baidun Maknun, seorang hafidz Al-Qur’an dari Surabaya.

Final cabang lomba Cerdas Cermat Islam menjadi penutup rangkaian final FAS. Lima tim terbaik beradu untuk membuktikan siapa yang paling cerdas dan tangkas dalam menjawab soal-soal yang dilontarkan oleh juri.

Tidak hanya tentang pengetahuan agama, namun soal-soal Matematika, IPA, IPS juga diberikan. Tujuannya adalah untuk menekankan bahwa dalam Islam tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.
Sebagaimana lomba pada umumnya, selalu ada yang paling terbaik dari yang terbaik. Terpilihlah para juara dari masing-masing cabang lomba.

IMG-20171003-WA0041Rimadina Listivan Avava dari Komunitas Penghafal Al-Qur’an Surabaya menjadi yang terbaik dari cabang lomba tahfidz,

Nisrina Bilqis dari SD Kyai Ibrahim menjuarai lomba da’I, Talitha Cryilla dari MIN 2 Surabaya yang terbaik dari cabang lomba kaligrafi,

serta SDI Raden Patah mengungguli tim lainnya dalam lomba Cerdas Cermat Islam.

Mereka yang juara diharapkan bisa menjadi pionir bagi teman-teman seusianya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan rajin belajar.

“Jika hari ini kita sedang dihadapkan pada masalah krisis pemimpin yang berintegritas, maka FAS ini adalah upaya kecil Etos Surabaya untuk mempersiapkan para pemimpin bangsa.

Pemimpin yang tidak hanya cerdas, namun juga berintegritas, amanah, dan meletakkan kepentingan umat di atas kepentingan diri dan golongannya. Pemimpin yang mengemban amanah dengan sebaik-baiknya karena tahu bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan. “ujar Salma selaku panitia FAS.

IMG-20171003-WA0043**rgo

LEAVE A REPLY