Jawa Timur Menunggu Bu Khofifah Jadi Gubernur

0
446
Pilgub Jatim 2018
Pilgub Jatim 2018

Jakarta, Nawacita – Pemilihan Gubernur Jatim 2018 diprediksi bakal menarik dan seru. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kemungkinan akan kembali berhadapan dengan Khofifah Indar Parawansa.

Memang Khofifah sampai saat ini belum secara resmi mengibarkan bendera untuk maju. Namun, indikasi maju terlihat di berbagai kesempatan. Belum lama ini, ia menyatakan masyarakat Jatim ingin dirinya ikut lagi dalam Pilgub 2018. Selain desakan dari masyarakat maupun partai cukup kencang.

“Saya orang Jatim. Saya pernah ikut pilgub dan mereka yang men-support saya kemudian menginginkan kembali itu kan, alami sekali. Dari berbagai elemen juga yang anak muda, yang ormas, yang pesantren, yang guru ngaji, jadi mereka bergerak natural sebetulnya mereka juga mengonfirmasi, ‘Bagaimana, Bu? Bagaimana Bu?’,” kata Khofifah saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sejumlah partai juga melirik Ketua PP Muslimat itu karena dianggap tepat memimpin Jatim. Namun karena Khofifah masih menjabat sebagai menteri sosial, Partai NasDem misalnya, masih menunggu izin atau restu Presiden Joko Widodo untuk merelakan kader NU itu memimpin Jawa Timur menggantikan Soekarwo.

“Tentu Ibu Khofifah meresponnya (dukungan NasDem) dengan baik, dengan positif. Apalagi kami saat ini harus menunggu presiden untuk melepas atau mengganti Ibu Khofifah,” kata Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate saat ditemui di kantor DPP Partai Nasdem, Jalan RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menurutnya, Nasdem mengusung karena mempunyai intuisi politik serta keyakinan, bahwa Khofifah cocok memimpin Jawa Timur. NasDem juga melihat Provinsi Jawa Timur adalah gerbang ekonomi menuju Indonesia Timur.

Johnny juga mengatakan komunikasi politik di Jawa Timur masih terus berlangsung hingga saat ini. Ia juga menegaskan mengusung Khofifah bersama partai lainnya.

“Nasdem pasti mengusung Ibu Khofifah dan di Jawa Timur komunikasi politiknya sudah berlangsung dan sedang berlangsung. Jadi kami harapkan kami akan membentuk formasi koalisi bersama Partai Golkar bersama PPP dan mudah-mudahan bersama Partai Demokrat juga yang menunjukkan perhatiannya kepada Ibu Khofifah” tegas dia.

Sikap partai tersebut tak bertepuk sebelah tangan. Sebab, Khofifah memutuskan jika tanpa ada restu Jokowi, dia tak akan maju di Pilgub Jatim.

“Andai saya mau maju harus seizin beliau (presiden),” tegas Khofifah kepada wartawan di Ponpes Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (21/9).

Dari berbagai survei, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah
masih menjadi tokoh yang menempati posisi 2 teratas dalam kaitan elektabilitas calon gubernur. Khofifah yang sampai saat ini belum menyatakan maju, suaranya sudah membayangi Gus Ipul.

“Jika yang turun gelanggang hanya dua calon yakni, Gus Ipul dan Khofifah, maka Gus Ipul unggul 46,6 persen dan Khofifah 35,9 persen. Sisanya belum menentukan pilihan,” kata Direktur Alvara Research Center Hasanuddin Ali kepada wartawan di Surabaya, Minggu (24/9).

Dia mengatakan dari aspek popularitas atau tingkat pengenalan, Gus Ipul (saat ini Wakil Gubernur Jawa Timur) meraih 90,2 persen. Sedangkan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial) meraih 86,6 persen.

Hasanuddin menerangkan, survei digelar pada minggu ketiga dan keempat Agustus 2017, dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Contoh hasil survei tersebut membuktikan bahwa Gus Ipul tidak bisa menyepelekan Khofifah. Belum lagi jika mesin partai koaliasi yang mengusung Khofifah berjalan.

Isu santer, ada tiga partai yang memberikan dukungan kepada Khofifah. Antara lain Golkar, NasDem, dan Hanura. Jika dihitung dari jumlah kursi yang dimiliki oleh ketiga partai tersebut, Golkar saat ini memiliki 11 kursi di DPRD Jatim. Sementara partai lainnya, yakni NasDem 4 kursi dan Hanura 2 kursi.

Sekjen Golkar Idrus Marham telah menyatakan dukungan tersebut dengan alasan sudah berkomunikasi dengan Khofifah dan ia menunjukkan komitmen untuk membangun Jatim. Ketiga partai tersebut tinggal menunggu restu dari Presiden Joko Widodo.

“Kemarin kita sudah finalisasi. Insyaallah kita dukung Khofifah,” kata Idrus, Sabtu (16/9).

Ia mengatakan saat di Kalimantan Selatan dalam acara Festival Anak Soleh juga telah bertemu Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) yang menyatakan akan mendukung Khofifah. Selain itu partai NasDem juga akan mendukung bergabung.

“Dari partai Golkar itu tinggal nanti beberapa partai, saya kira dari NasDem, Hanura juga akan dukung karena kebetulan kemarin saya dengan Pak OSO sama-sama, kemarin di Kalsel kebetulan juga Pak OSO nanya gimana Golkar Jatim saya katakan Insya Allah Khofifah,” ujar Idrus.

Maka Khofifah memiliki 17 kursi dari total 100 kursi di DPRD Jatim. Hal ini jelas belum mencukupi suara untuk maju ke Pilgub Jatim sesuai Peraturan KPU 9/2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Dalam aturan itu disebutkan, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri adalah harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20 persen, atau parpol punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir.

Artinya Khofifah jika ingin bertarung melawan Gus Ipul yang sudah didukung PKB harus mencari tambahan 3 kursi. Sedangkan Gus Ipul sudah bisa tenang karena PKB di DPRD Jatim memiliki 20 kursi. Meski begitu, Gus Ipul masih berusaha merangkul partai lain untuk berkoalisi.

Angin segar dihembuskan PPP. Ketum PPP M Romahurmuziy menegaskan dukungannya kepada Khofifah. Karena hanya memiliki 5 kursi, PPP juga terus berkomunikasi dengan parpol lain.

“Secara politis, kami terus membangun komunikasi, termasuk dukungan dan pengusungan terhadap Bu Khofifah di Jawa Timur. Sebagai partai yang tidak bisa mengusung calonnya sendiri, kami juga masih melakukan komunikasi dengan partai lain untuk paket yang utuh dalam pengusungan calon di Jawa Timur,” ujar Romahurmuziy.

Hal terseut disampaikannya setelah menghadiri acara penyaluran bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kebumen, Sabtu (23/9). Acara ini juga dihadiri Mensos Khofifah.

Khofifah sebelumnya sudah yakin bahwa dukungan kepada dirinya sudah mencukupi untuk maju ke Pilgub Jatim. Ia mengatakan selama ini telah berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Khofifah menyebut, dia memang sudah melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik untuk membangun sinergitas. Namun hal itu belum tuntas.

“Wong saya koordinasi dengan partai-partai yang mungkin kita saling membangun sinergi saja belum selesai. Jadi, saya nggak mengerti kenapa teman-teman melompat gitu lho. Saya masih ingin memaksimalkan kinerja Kemensos,” kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/9).

Meski Khofifah belum tegas menyatakan maju di Pilgub Jatim, namun Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan Khofifah telah mengutarakan niat maju menjadi calon Gubernur Jawa Timur kepada Presiden Joko Widodo. Dan rupanya Jokowi tak menepis pernyataan JK.

“Ya, baru sedikit-sedikit. Artinya harusnya resminya ada,” kata Jokowi setelah menghadiri acara Dekranas di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9).

Restu Jokowi tidak hanya ditunggu partai, tetapi sekitar 1.000 kiai dan guru mengaji se-Madura juga menantinya. Mereka membubuhkan tanda tangan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Mereka meminta Jokowi merestui Khofifah sebagai calon gubernur Jatim.

“Ada seribu tanda tangan (kiai dan guru mengaji) yang sudah terkumpul, dan siap kita serahkan ke Presiden Jokowi,” tutur Ketua Aliansi Santri Pemuda Ekonom dan Kiai (ASPEK) Madura KH Mukhlis Muksin di sela acara Dzikir Kebangsaan, di Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Patereman, Kabupaten Bangkalan, Minggu (24/9/2017).

Khofifah digadang-gadang sebagai kader terbaik NU yang dinilai memiliki kemampuan lebih. Dia disebut memiliki sifat siddiq (jujur), amanah, tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas).

“Bu Khofifah memiliki pemikiran ke depan yang bagus untuk kemajuan Provinsi Jawa Timur. Beliau sangat pantas untuk memimpin Jawa Timur 5 tahun ke depan, supaya Jawa Timur lebih makmur, adil, dan sejahtera,” sebut KH Mukhlis Muksin.

dtk

LEAVE A REPLY