Besok, Golkar Umumkan Calon Gubernur Riau dan Jatim

0
553
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham
Jakarta, Nawacita – Partai Golkar terus mematangkan calon kepala daerah yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. Rencananya, besok 28-29 Agustus, DPP Golkar akan mengumumkan siapa calon gubernur yang akan diusung di Pilkada Provinsi Riau dan Jawa Timur.
“Kita akan putuskan secara formal atas laporan komunikasi politik yang sudah dibangun selama ini oleh para Ketua DPD I atau provinsi se-Indonesia dan akan dibahas maupun diumumkan pada tanggal 28-29 Agustus,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrsus Marham, Sabtu (26/8/2017).
Dia menjelaskan, ada 171 daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Menurut Idrus, dalam memenangkan kontestasi politik pilkada dan pilpres, Golkar memegang prinsip bangsa ini harus dipimpin secara bersama-sama.
“Meskipun Partai Golkar telah cukup kursinya untuk mengusung calonnya sendiri. Tetapi karena prinsip Partai Golkar, bahwa bangsa ini harus dipimpin bersama-sama, daerah ini besar dan plural. Koalisi adalah sebuah kebutuhan dan tuntutan kepemimpinan bangsa dan daerah ke depan. Koalisi dengan siapa, itu menyesuaikan tergantung pada daerah masing-masing,” ucapnya.
Dalam upaya memenangkan pilkada serentak, kata dia, Golkar memiliki Tim Pilkada Pusat dan sudah menugaskan kepada seluruh Ketua DPD Golkar provinsi untuk melakukan komunikasi politik dengan partai-partai di daerah.
“Setelah itu dilaporkan ke kita akan bahas di tim pilkada pusat, itu kebijakan atau mekanisme partai yang ada,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid yang juga Ketua Tim Pilkada Pusat mengatakan, pihaknya akan membahas persiapan menghadapi pilkada serentak dalam Raker DPP Golkar di Novotel Bogor selama tiga hari 18-20 Agustus.
“Dalam raker ini ada tujuh bidang di mana ada koordinator untuk mencapai lima program sukses yakni visi kenegaraan, sukses pemilu, baik pilkada, pileg dan pilpres, nah dari tujuh korbid (koordinator bidang) kepartaian, kajian strategis, kumham, pemenangan pemilu satu dan dua. Ini kita sinergikan dalam forum rapat kerja ini, sehingga seluruh program fokus pada seluruh pemenangan,” katanya.
Terkait koalisi pada Pilkada serentak 2018, Idrus mengatakan Golkar masih melihat dinamika di berbagai daerah. Idealnya, kata dia, koalisi di nasional juga dilakukan di tingkat bawah.
“Tetapi kita juga memahami masing-masing daerah punya dinamika tersendiri. Oleh karena itu di daerah sudah ada yang tercipta koalisi nasional plus yang turun ke daerah, tapi ada juga koalisi yang tidak tergabung dalam koalisi partai nasional,” ucapnya. wri/bdo

LEAVE A REPLY