Sudarmawan : Banjir rob masih bisa terjadi di Jatim pada bulan ini

0
384
Sudarmawan kepala BPBD Jatim

SURABAYA, NAWACITA – Sudarmawan Kepala BPBD Jatim mengatakan, kemungkinan banjir rob masih bisa terjadi di Jatim pada bulan ini. Dia mengimbau kepada warga yang dekat dengan wilayah sungai untuk waspada.

“Karena air sungai itu muaranya ke laut, sehingga ketika curah hujan tinggi dan ketinggian pasang air laut meningkat bisa sebabkan banjir. Sedangkan air tersebut lambat menuju ke laut, itu bisa jadi banjir rob,” kata Sudarmawan

Sudarmawan juga mengatakan, beberapa kawasan yang masih perlu untuk tetap waspada adalah Jatim selatan wilayah Pacitan hingga Banyuwangi. Sedangkan kawasan yang dilalui Sungai Bengawan solo, yaitu Bojonegoro – Gresik – Tuban Tulungagung – Ngawi – Madiun.

“Termasuk kawasan yang dialiri Sungai Brantas, yaitu Malang, Blitar, Jombang dan Mojokerto,” katanya.

Selain itu, kata Sudarmawan, banjir rob kemungkinan juga bisa terjadi di kawasan yang dikelilingi oleh laut ataupun selat.

Seperti halnya banjir yang melanda Sampang beberapa waktu yang lalu. Menurut Sudarmawan, kendati sejauh ini belum adanya peringatan dini yang dikeluarkan, wilayah Sampang kemungkinan bisa mengalami banjir kembali.

Hal itu bisa terjadi saat gelombang air laut di Selat Madura mengalami pasang lebih dari 2 meter, sedangkan hujan dengan intensitas tinggi terjadi, maka potensi banjir kembali melanda tetap ada.

“Kalau di Sampang, begitu Sampang utara di empat kecamatan hujan deras, peringatan dini secara otomatis akan dikeluarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, kata Sudarmawan, kondisi Sungai Bengawan Solo juga kembali normal setelah beberpaa waktu lalu volume meningkat.

“Harapannya kepada masyarakat yang berada di sungai familier dengan peringatan dini, artinya masyarakat dalam bulan ini juga intens pantau peringatan dini,” katanya.

Perihal logistik dan persiapan penanganan tanggap bencana, Sudarmawan mengatakan, logistik dan peralatan saat ini sudah berada di kabupaten atau kota yang menjadi lokasi rawan bencana. Hal itu diakui Sudarmawan, agar respon petugas di lapangan lebih cepat. Terkecuali ada beberapa wilayah yang kemungkinan mengalami kekurangan logistik nanti akan ditambah lagi. *(dny)

LEAVE A REPLY