Komisi E Pantau Korban Banjir Di Kecamatan Taman Sidoarjo

0
556
NAWACITA - dr. Agung Mulyono Ketua Komisi E DPRD Jatim, saat meninjau banjir di desa kedungboto kecamatan taman kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/10).
SURABAYA, NAWACITA – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur memantau dan sidak langsung warga yang terkena banjir di wilayah Kabupaten Sidoarjo tepatnya di desa  kedungboto kecamatan taman kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/10).
 Dimana dalam pantauan di desa kedungboto ini dipimpin oleh ketua komisi E dr.Agung Mulyono dan anggota Komisi E dr. Benyamin Kristianto serta didampingi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim dan BPBD Kabupaten Sidoarjo, juga memberikan bantuan perlengkapan untuk korban banjir berupa makanan siap saji, selimut, dan matras.
 “Bantuan ini dari pemerintah provinsi Jatim dan komisi E DPRD Jatim untuk warga di desa kedungboto yang rumahnya saat ini terus terendam banjir hingga 1 meter bahkan saat ini banjir belum surut akibat hujan yang deras, dan pihaknya mengapresiasi kekompakan warga didesa tersebut yang telah bahu membahu sesama korban banjir dalam memberikan bantuan makanan warga sekitar, serta diharapkan bantuan ini bermanfaat bagi warga,”ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim, dr. Agung Mulyono ditemui disela – sela memberikan bantuan.
 Terkait untuk solusinya agar tidak terjadi banjir lagi kedepan ia mengatakan pertama yaitu masalah bendungan air di desa kedungboto ini pihaknya meminta kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo untuk mengatur kembali sistem manejemen air atau merekrontruksi ulang. “Perbaikan bendungan air ini perlu segera dilakukan agar banjir kedepan tidak separah tahun ini,”ujarnya.
 Yang kedua yaitu perlu adanya sinergi antara stakeholder pemerintah di Sidoarjo, Pemprov Jatim dan pusat untuk membangun dan meninggikan kembali plesengan atau tanggul disekitar sungai desa kedungboto tersebut. “Pihaknya meminta kepada pemerintah sidoarjo agar melakukan peninggian tanggul ini, agar air sungai tidak meluap atau meluber ke rumah warga lagi,”ujarnya.
Sementara itu salah satu warga desa Kedungboto, Siti mengatakan pada tahun ini banjir yang terparah dari tahun sebelumnya, akibat hujan yang deras mulai Sabtu (8/10) hingga saat ini Kamis (13/10) air sungai didesa kedungboto terus meluber ke rumah warga hingga mencapai 1 meter dan saat ini banjir belum surut akibat masih ditutupnya bendungan air didesa kedungboto ini.
“Saya berharap pemerintah untuk segera memberikan bantuan untuk warga, dan juga melakukan perbaikan atau melakukan peninggian plesengan atau tanggul di sungai Kedungboto ini, saya kemarin sudah mendatangai ke kecamatan, dan pemerintah kabupaten agar segera memperbaiki tanggul sungai tersebut,” ujar Siti saat mengadu dan memberikan keluhan dihadapan ketua Komisi E DPRD Jatim.
*rgo

LEAVE A REPLY