6 Holding BUMN Selesai Akhir Tahun 2016

0
573
Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri BUMN Rini Soemarno

JAKARTA, NAWACITA – Proses penyatuan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejenis tengah dikaji lebih dalam di Kemenko Perekonomian. Hal ini sejalan dengan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2005 Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas.

Sedikitnya ada 6 sektor holding BUMN yang akan diselesaikan hingga akhir tahun 2016, antara lain sektor minyak dan gas, pertambangan, jalan tol, jasa keuangan, perumahan, dan pangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara IBD Expo 2016 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Holding masih dalam proses. Sebagai bagian dari holding adalah ada usulan dan direview bersama-sama di Kemenko dan kementerian terkait untuk ada sedikit tambahan pasal di PP 44. Jadi sekarang sudah ada di Mensesneg,” jelas Rini.

Setelah revisi PP Nomor 44 Tahun 2005 selesai dilakukan, maka holding yang pertama kali dibentuk adalah holding minyak dan gas dengan menyatukan Pertamina dan PGN.

Proses holding-isasi kemudian dilanjutkan oleh 5 sektor lainnya. Rini optimistis holding-isasi 6 sektor BUMN selesai akhir tahun 2016.

“Itu rata-rata sebelum akhir tahun,” ujar Rini.

Disinggung mengenai kemungkinan superholding seperti yang sudah dilakukan di Singapura dan Malaysia, Rini menjawab hal tersebut mungkin saja terjadi setelah holding per sektor selesai. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan holding 6 sektor BUMN yang sudah direstui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ada pemikiran ke sana (superholding) tapi setelah kita melihat tentunya dengan proses hasil-hasil dari kalau kita sudah membuat sektoral holding perkembanganya bagaimana. Yang pertama ditekankan adalah bagaimana BUMN terus dapat mendorong perekonomian Indonesia menjadi agen pembangunan,” tutup Rini.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY