Menteri Basuki Akan Resmikan Jembatan Sigandul dan Rusunawa di Temanggung

0
502

JAKARTA, NAWACITA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan meresmikan Jembatan Sigandul di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Rabu (31/8). Jembatan ini berada di ruas Jalan Parakan – Batas.

Jembatan Sigandul dibangun untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat. Jalur ini kerap dilalui kendaraan berat khususnya kendaraan niaga baik bus dan truk.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Rabu (31/8/2016), jembatan yang lama berada di daerah perbukitan. Badan jalan yang terlalu dekat dengan tebing sungai berpotensi tergerus.

Jembatan lama tersebut juga berada pada trase jalan yang berkelok-kelok dan terdiri dari tanjakan dan turunan yang curam, sehingga pada lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Struktur Jembatan Sigandul menggunakan teknik pelengkungan beton bertulang. Total bentang jembatan adalah 100 meter dengan lebar 14,2 meter. Jembatan ini memiliki Pondasi Bore Pile di 84 titik dengan diameter 80 centimeter dengan kedalaman 14 meter untuk abutment dan 18 meter untuk pilar.

Pembangunan Jembatan Sigandul dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) setelah melalui proses lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp 54,3 miliar dengan pembiayaan APBN murni dengan skema multi years kontrak. Pelaksanaan pembangunan dimulai dari tahun 2014 sampai 2016.

Pada kesempatan yang sama, rencananya Menteri Basuki juga akan meresmikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Parakan Kauman, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.

Pengerjaan rusunawa di Parakan Kauman ini dilakukan oleh PT Riyah Permata Anugrah setelah melalui proses lelang dengan nilai kontrak Rp 24,5 miliar dengan pembiayaan APBN murni tahun pelaksanaan 2014-2015. Rusunawa ini terdiri dari 149 unit dengan jumlah 5 lantai per twin block. Unit hunian yang tersedia merupakan tipe 24 meter persegi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak memiliki tempat tinggal.SUMBER : DETIK.COM

LEAVE A REPLY