Menpora Minta Buat Aturan Kerusuhan Suporter

0
638

Jakarta, nawacita – Menpora Imam Nahrawi mengatakan sudah meminta penyelenggara kompetisi sepak bola Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 agar secepatnya membuat naskah kesepahaman atau MoU dengan pihak kepolisian, merevisi regulasi dalam menangani kerusuhan dalam stadion. “Saya juga perintahkan PT GTS (PT Gelora Trisula Semesta) untuk segera MoU dengan kepolisian agar ada regulasi baru terhadap penanganan kerusuhan dalam stadion,” kata dia di Bandung, Jumat, 3 Juni 2016.

Menpora Imam meminta PT TGS mengubah prosedur penanganan kerusuhan dalam stadion agar tidak perlu menunggu laporan panpel (panitia penyelenggara). Tapi, lanjut dia, selagi aparat hukum melihat ada pelanggaran hukum di lapangan, terutama kekerasan, maka di situ aparat hukum dalam hal ini kepolisian untuk mengambil langkah tegas.

Menurut Imam, prosedur yang ada saat ini, aparat kepolisian baru bisa bertindak dalam stadion jika panpel meminta. “Tidak harus menunggu. Kita minta agar polisi nanti bisa bertindak sebagai penyidik atau apa di lapangan,” kata dia.

Imam mengatakan, pemerintah berharap pada kompetisi ISC ini agar berjalan baik. “Kita lihat ISC ini sebagai role model liga baru dengan segala regulasi, kesepakatan, transparansi, dan sebagainya. Kita akan lihat kalau model ISC ini perlu kita kembangkan di masa-masa yang akan datang, kita pertahankan,” kata dia.

Dia menjamin pemerintah tidak akan menyetop kompetisi itu di tengah jalan. “Rekomendasi pemerintah waktu itu, lewat BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) agar kompetisi ini digelar sampai selesai, dan menjadi satu kesungguhan bahwa liga profesional itu harus betul-betul menjadi denyut nadi klub,” kata Imam.

Imam berharap banyak pada model kompetisi yang digelar oleh perusahaan yang dikelola klub. “Kalau klub yang mengelola sebuah perusahaan untuk menggulirkan kompetisi, maka menurut saya ini lebih elegan, transparan, dan masing-masing bertanggung jawab terhadap industri bola, terhadap tanggung jawab klub pada pemain, terhadap eksistensi pemain, dan masa depan pemain,” kata dia.
Sumber : tempo.co

LEAVE A REPLY