Kewalahan Atasi Harga Gula Melonjak

0
680

SURABAYA, Nawacita.co – Pemprov Jatim kuwalahan mengatasi kenaikan harga gula di sejumlah pasar di Surabaya dan sekitarnya. Meski Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar Pasar Murah khusus Gula di pasar Wonokromo, Jumat (20/5/2016) namun tidak menjamin harga gula turun.

Bekerjasama dengan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), masyarakat bisa membeli gula hanya dengan harga Rp12 ribu perkilogram. Harga di pasaran sudah sampai Rp16 ribu sampai 17 ribu. Namun jika Operasi pasar ini hanya dilakukan sekali saja, besoknya tentu harga gula kembali melonjak.

Ardi Prasetiawan Kepala Disperindag Jatim mengatakan, pasar murah ini dilakukan untuk menstabilkan harga bahan pokok yang mulai naik. “Gula mulai ada kenaikan, maka pasar murah gula dilakukan,” katanya saat membuka pasar murah gula di Wonokromo, Jumat (20/5/2016).

Ardi mengatakan, pasar murah gula ini digelar di 10 daerah di Jatim. Diantaranya, Surabaya, Gresik Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kota Malang, Batu, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Tulungagung.  “Kurang lebih kami sediakan 700 ton gula. Setiap titik 2 ton sampai 3 ton sehari. Ini dilakukan sampai H- 3 lebaran,” katanya.

Sujiati warga Rungkut mengaku senang dengan adanya pasar murah ini. Dia berharap operasi pasar bisa diadakan di pasar-pasar yang lain. “Seneng sekali. Tadi pas belanja kebetulan ada gula murah di sini, di dalam sudah Rp16 ribu,” katanya.
Sujiati juga berharap batas maksimal pembelian kalau bisa ditambah, sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran. “Kalau bisa maksimal 5 kg bukan 2 kg. Tapi, saya bersyukur ada pasar murah begini,” katanya.

Hanya saja dirinya belum yakin jika operasi pasar ini bisa membuat para pedagang di pasar mengikuti harga sama. “Kalau besok di pasar masih 16 ribu, ya kita keberatan,” keluhnya.

sumber : suarasurabaya.net

LEAVE A REPLY