5 Kades PAW di Bojonegoro Punya Waktu Singkat Wujudkan Perubahan
Bojonegoro, Nawacita – Pelantikan lima kepala desa Pengganti Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Bojonegoro menjadi awal percepatan pembangunan desa melalui kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan bahwa masa jabatan yang terbatas harus dimanfaatkan untuk bekerja cepat, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Bupati, kepala desa PAW memiliki tantangan berbeda dibanding kepala desa hasil pemilihan reguler. Waktu kepemimpinan yang relatif singkat menuntut mereka segera menyusun langkah strategis, membangun komunikasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar program pembangunan dapat berjalan efektif.
Lima kepala desa PAW yang dilantik yakni Purwadi Setiono sebagai Kepala Desa Dengok, Kecamatan Padangan; Sri Harsono sebagai Kepala Desa Kuncen, Kecamatan Padangan; Dewi Indah Nurhayati sebagai Kepala Desa Tebon, Kecamatan Padangan; M. Hestu Widiyastono sebagai Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo; serta Wiwit Pujiasti sebagai Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo.
Bupati Setyo Wahono mengingatkan bahwa dinamika selama proses pemilihan kepala desa merupakan bagian dari demokrasi. Setelah pelantikan, seluruh masyarakat diharapkan kembali bersatu untuk mendukung pembangunan desa.
“Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kini saatnya bekerja cepat, menyesuaikan diri, dan terus belajar agar harapan masyarakat dapat diwujudkan,” tegas Bupati.
Selain memperkuat sinergi, para kepala desa juga diminta memahami Undang-Undang Desa beserta berbagai regulasi sebagai landasan membangun pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Bupati menilai keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kepala desa, tetapi juga dukungan aktif BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam merealisasikan program pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa.
Ia juga mendorong kepala desa mengoptimalkan seluruh potensi desa, mulai sektor pertanian, peternakan, UMKM, pariwisata, budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bangun kerja sama yang solid agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, mudah, dan tanpa diskriminasi. Kepala desa adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi pendukungnya saat Pilkades,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap para kepala desa PAW mampu menghadirkan kepemimpinan yang inklusif dan mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, serta sejahtera.
“Jadilah pemimpin yang mampu merangkul semua pihak. Dengan kebersamaan, saya yakin desa-desa di Bojonegoro akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.


