Kolaborasi Jadi Kunci, Gladi Lapang di Malang Uji Sistem Penanganan Bencana
Malang, Nawacita – Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui Gladi Lapang (Field Training Exercise/FTX) yang menguji respons darurat menghadapi skenario erupsi Gunung Kelud.
Latihan yang digelar di Selorejo Camping Ground, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, itu melibatkan pemerintah, TNI-Polri, relawan, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menegaskan gladi lapang bukan sekadar latihan, melainkan sarana menguji efektivitas Rencana Kontingensi (RenKon) agar seluruh pihak siap bertindak saat bencana benar-benar terjadi.
“Gladi bukan sebatas latihan, tetapi untuk menguji RenKon. Masyarakat adalah pihak yang harus dilindungi dan diselamatkan ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Menurut Pangarso, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam latihan, mulai dari simulasi komunikasi darurat, evakuasi warga, hingga penguatan peran komunitas relawan agar respons kebencanaan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Wakil Bupati Malang, Latifah Shohib, menambahkan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana. Ia mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan ego sektoral demi keselamatan masyarakat.
“Jangan sampai ego sektoral menghambat penanganan darurat. Latihan ini merupakan investasi keselamatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Malang juga menyerahkan bantuan darurat berupa tenda keluarga, masker medis, dan matras kepada lima desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Kelud, yakni Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru, dan Banturejo.
Dalam simulasi ini, peserta mempraktikkan evakuasi massal, pencarian dan penyelamatan korban, distribusi logistik ke wilayah terisolasi, layanan kesehatan darurat, dapur umum, sekolah darurat, hingga pemulihan akses jalan dan listrik pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menilai pelaksanaan gladi berjalan lancar, namun koordinasi antarorganisasi perangkat daerah tetap perlu terus diperkuat agar respons bencana semakin efektif.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi BPBD Kabupaten Malang dengan Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA sebagai bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
“Hasil simulasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan koordinasi, jalur evakuasi, distribusi logistik, dan membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat,” tutup Purwoto.


