Pagar Jebol Warnai Soft Launching Creative Hub Surabaya, Penonton Membludak Saat Konser Denny Caknan

Pagar Jebol Warnai Soft Launching Creative Hub Surabaya, Penonton Membludak Saat Konser Denny Caknan

Surabaya, Nawacita – Konser rakyat dalam rangka soft launching Creative Hub Surabaya di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Minggu (5/7/2026) malam, diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas setelah ribuan penonton membludak dan berusaha masuk ke area konser.

Insiden terjadi di bagian depan area konser ketika massa yang terus berdatangan berdesakan menuju pintu masuk. Padatnya penonton membuat pagar pembatas tak mampu menahan tekanan hingga akhirnya roboh.

Antusiasme masyarakat yang tinggi juga berdampak pada kondisi di luar lokasi. Area parkir yang tersedia tidak mampu menampung kendaraan pengunjung sehingga banyak kendaraan meluber hingga ke badan jalan di sekitar kawasan eks Hi-Tech Mall.

Salah seorang pengunjung, Indri, warga Gubeng, mengaku situasi konser kali ini jauh lebih padat dibandingkan konser peringatan Hari Jadi Kota Surabaya tahun lalu di lokasi yang sama dengan bintang tamu Guyon Waton.

Baca Juga: Revitalisasi THR Surabaya Ditarget Rampung Tahun Ini, Siap Tampung Puluhan Tenant

“Konser ulang tahun Surabaya tahun lalu di sini sangat kondusif. Kali ini dengan Denny Caknan benar-benar membludak dan tidak kondusif. Tahun lalu berangkat setelah Maghrib masih dapat tempat di tengah dan bisa masuk. Tahun ini masuk tidak bisa, keluar juga tidak bisa,” ujarnya.

Menurut Indri, sebelum insiden terjadi, petugas menutup akses masuk karena area konser disebut sudah penuh. Namun, penonton yang terus berdatangan semakin berdesakan di depan pagar.

Ia menceritakan kondisi di lokasi semakin tidak terkendali. Suhu yang panas, minimnya ruang bergerak, serta aksi saling dorong membuat sejumlah penonton mulai panik. Bahkan sempat terjadi adu mulut antara seorang pengunjung dengan oknum polisi yang diduga dipicu kesalahpahaman.

“Semua orang teriak minta pagar dibuka, tapi tetap tidak dibuka. Makin malam makin tidak kondusif. Akhirnya dari belakang saling dorong sampai pagarnya roboh,” katanya.

Baca Juga: Kemacetan Parah di Jalan Prof. Dr. Moestopo Tuai Keluhan, Pemkot Surabaya Minta Maaf

Saat pagar ambruk, Indri mengaku saudaranya yang berada tepat di depannya terjatuh di atas pagar. Ketika hendak menolong, ia justru ikut terjatuh akibat terdorong dari belakang.

Beruntung, keduanya segera dievakuasi oleh seorang petugas berseragam hitam yang diduga merupakan anggota kepolisian atau petugas keamanan.

“Kalau tidak segera dibantu, mungkin kami sudah terinjak-injak orang,” ungkapnya.

Setelah dievakuasi, keduanya mendapat penanganan dari tim kesehatan yang berjaga di lokasi. Indri mengapresiasi respons cepat petugas medis yang sigap memberikan bantuan kepada para pengunjung.

Meski sempat mengalami kepanikan, ia mengaku tidak mengalami luka serius. Namun, ia berharap penyelenggara melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengaturan kapasitas penonton agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan berskala besar di Surabaya.

Reporter: Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru