Hindari Mulai Sekarang, 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Gigi
JAKARTA, Nawacita — Menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun menurut dokter gigi spesialis ortodonti dr Jaineel Parekh, menggosok gigi dua kali sehari saja tidak cukup untuk menyelesaikan semua masalah.
Dokter Parekh mengatakan sejumlah kebiasan sehari-hari seperti menyeruput minuman manis, ngemil berlebihan, hingga menyikat gigi terlalu keras bisa memberikan dampak buruk jangka panjang pada kesehatan mulut. Mulai dari merusak enamel, meningkatkan sensitivitas gigi, hingga memicu gigi berlubang.
“Meskipun kebiasaan itu mungkin tidak langsung menyebabkan rasa sakit pada gigi dan mulut. Tapi kebiasaan tersebut dapat menyebabkan erosi, sensitivitas gigi yang lebih tinggi, dan bahkan gigi berlubang,” kata dr Parekh.
Untuk lebih jelasnya, berikut lima kebiasaan yang menurutnya paling berisiko merusak kesehatan gigi, seperti dilansir Hindustan Times:

1. Sering minum yang manis dan asam
Minuman seperti soda, minuman energi, jus buah, dan kopi berperisa memang sering dikonsumsi untuk menjaga energi. Namun, jika diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari, gigi akan terus terpapar asam.
“Meski meminum salah satu minuman tersebut sesekali mungkin tidak menimbulkan banyak kerusakan, kebiasaan menyeruputnya terus-menerus sepanjang hari membuat gigi terus-menerus terpapar asam,” kata dr Parekh. Asam dapat melemahkan enamel gigi, sementara gula menjadi makanan bagi bakteri di mulut yang kemudian menghasilkan asam tambahan yang merusak gigi.
2. Menggosok gigi terlalu keras
Walaupun menggosok gigi dua kali sehari sangat dianjurkan, namun jangan sampai menggosok terlalu keras. Karena hal itu justru dapat menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat
“Tekanan yang terlalu kuat atau penggunaan bulu sikat gigi yang keras dapat mengikis enamel dan mengiritasi gusi, sehingga gusi mulai mengalami resesì (menyusut), Enamel yang telah hilang tidak dapat dipulihkan,” jelas dia.
3. Terlalu sering ngemil
Kebiasaan ngemil terus-menerus memberi suplai makanan tanpa henti bagi bakteri di mulut. Setiap kali makan, bakteri menghasilkan asam yang menyerang gigi. Jika makan dilakukan terus-menerus, air liur tidak memiliki waktu cukup untuk menetralkan asam tersebut, sehingga risiko kerusakan gigi meningkat.
4. Mengunyah benda bukan makanan
Kebiasaan menggigit kuku, tutup pulpen, pensil, atau es batu sering dianggap sepele, terutama pada anak-anak. Padahal, kebiasaan ini bukan hanya masalah perilaku, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kesehatan gigi dalam jangka panjang.
Menurut dr Parekh, kebiasaan tersebut memberikan tekanan berlebih pada gigi yang terjadi secara berulang. Tekanan ini dapat menyebabkan munculnya retakan kecil pada permukaan gigi, pengikisan di bagian tepi, hingga keausan yang semakin parah seiring waktu.
Baca Juga: 11 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Atasi Sakit Gigi
Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius, seperti gigi yang mudah pata. Selain itu, hal ini juga dapat memengaruhi bentuk dan estetika senyum seseorang secara keseluruhan.
5. Mengabaikan kondisi mulut kering
Air liur memiliki fungsi penting untuk membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di dalam mulut. Kondisi mulut kering dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, bau mulut, dan gangguan gusi.
Dehidrasi, konsumsi kafein berlebihan, merokok, serta beberapa obat-obatan dapat mengurangi produksi air liur. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana namun penting untuk kesehatan gigi.
Dokter Parekh menegaskan bahwa kesehatan gigi tidak hanya ditentukan oleh sikat gigì dan flossing, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari. “Gigi yang sehat dibentuk bukan hanya oleh kebersihan mulut, tetapi juga oleh pilihan harian kita. Dengan lebih sadar terhadap kebiasaan ini, kita bisa melindungi senyum dan mencegah masalah gigi di masa depan,” kata dia. rpblk


