Tuesday, June 23, 2026

Komisi B Pastikan 3 Program Disnakkan Bojonegoro Lebih Baik dari Tahun 2025

Komisi B Pastikan 3 Program Disnakkan Bojonegoro Lebih Baik dari Tahun 2025

Bojonegoro, Nawacita Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro rapat kerja dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, terkait rencana dan progres Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), Domba Kesejahteraan, dan Kolam Lele Keluarga (Kolega) tahun 2026, Selasa (23/6/2026).

Wakil Ketua Komisi B, Lasuri yang memimpin rapat meminta Disnakkan menyampaikan tentang 3 program di bawah Disnakkan yang dijalankan pada tahun 2026.

Kepala Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu memaparkan bahwa proses pelaksanaan GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA database tahun 2025 berbeda dengan tahun 2026. Pada tahun sebelumnya menggunakan Data Kemiskinan Daerah (Damisda), sedangkan tahun ini masih menunggu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih ada di Dinas Sosial.

“Selain verifikasi di lapangan, kita harus penyandingan dengan Dinas Sosial. Pada bulan Mei masih verifikasi lapangan. Sehingga pelaksanaan mundur. Meski demikian kami sudah mengajukan penyandingan Dinsos, dan sudah ada yang diverifikasi berdasarkan DTSEN,” ulas Catur.

Dari hasil verifikasi tersebut, Disnakkan sudah mendapatkan 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk KOLEGA yang sudah proses di SK Bupati. Sedangkan GAYATRI mengajukan penyandingan 3100 KPM, namun yang sudah sesuai
Sesuai 2967 KPM. Hasil verifikasi yang belum sesuai dengan desil penyandingan Dinsos masih ada beberapa desa. “Sehingga yang kita ajukan ke pimpinan untuk SK Bupati nanti menyesuaikan,” tambahnya.

Tahun 2026 untuk GAYATRI sasaran 4400 KPM di 28 kecamatan pada 410 desa dan kelurahan. Karena ada beberapa desa atau kelurahan yang sudah menerima 40 KPM dari APBD sehingga tidak dialokasikan.

“Sedangkan untuk Domba Kesejahteraan, 3.325 KPM di 28 kecamatan di semua desa yakni 430,” kata Catur.

Menanggapi pemaparan dari Kepala Disnakkan, masing-masing anggota Komisi B mengajukan beberapa pertanyaan dan masukan untuk memastikan program-program dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan.

Beberapa tanggapan diantaranya Sigit Kus Harianto memberikan intervensi pakan dan pendampingan, Sutikno dan Fatma meminta program tahun 2025 disiapkan di LPJ, dan di 2026 kenapa KOLEGA 1 kecamatan 1 desa? Kenapa tidak dibagi rata?. Sementara Donny Bayu Setiawan mempertanyakan kajian akademis terkait program, jenis ayam, dan alat pembuat pakan, serta Muhadi memberikan saran mencari atau membuat pilot project program, serta menyarankan agar lebih dikhususkan pada program Domba Kesejahteraan, karena kuat di segala musim, mudah perawatan dan pakannya.

Lasuri menyoroti penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program tahun 2026, sebaiknya digunakan sepenuhnya secara merata di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Bojonegoro. “Harapannya untuk program tahun ini lebih baik semuanya dibandingkan tahun 2025,” tutupnya.

Reporter: Parto Sasmito

 

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru