Kemenhaj: Empat Tokoh Nasional Layak Menyandang Predikat Haji Mabrur
JAKARTA, Nawacita – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa empat tokoh pendiri bangsa, yakni Haji Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan HOS Tjokroaminoto, merupakan representasi nyata atau simbol dari haji mabrur.
Keempat tokoh tersebut dinilai berhasil mengaktualisasikan nilai-nilai ibadah haji ke dalam gerakan nasionalisme dan kemaslahatan sosial bagi kemerdekaan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil dalam acara dialog interaktif pada tayangan podcast yang dipandu oleh Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media, Kemkomdigi, Latief Siregar, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil menunjukkan empat foto tokoh nasional yang sengaja dipajang di ruang kerjanya sebagai teladan kepemimpinan.
Baca Juga: Kemenag Sediakan Beasiswa untuk 100 Ribu Mahasiswa Internasional di PTKIN
“Para pendiri bangsa seperti Haji Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, dan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto layak mendapat predikat sebagai haji mabrur, karena berjasa membangun semangat nasionalisme dan memberikan manfaat sosial,” ujar Dahnil.
Menurut Dahnil, kontribusi keempat tokoh tersebut memiliki dampak yang masif dan melampaui zaman mereka.
Dahnil Anzar Simanjuntak mencontohkan, HOS Tjokroaminoto yang mampu mengkader arsitek bangsa seperti Ir. Soekarno melalui “universitas kerakyatan” di Surabaya, serta Haji Agus Salim, diplomat asal Sumatra Barat yang memanfaatkan jaringan internasional pasca-belajar di Mekah demi perjuangan kemerdekaan.
Selain itu, dua ulama besar yakni KH Hasyim Asy’ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, turut disebut sebagai contoh konkret bagaimana bekal ilmu dari Tanah Suci ditransformasikan menjadi organisasi sosial-keagamaan yang masif dan berkelanjutan hingga hari ini.
Melalui keteladanan empat tokoh nasional itu, Kementerian Haji dan Umrah berharap masyarakat dapat memaknai ibadah haji tidak hanya sebagai pemenuhan rukun Islam secara personal, melainkan juga sebagai momentum peningkatan kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (Kementerian Haji dan Umrah)


