SURABAYA, nawacita – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan Pemprov Jatim siap mendukung sekaligus melakukan monitoring mendalam terhadap pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden RI Prabowo Subianto di Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Pembukaan Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi di Surabaya, Kamis (18/6).
Menurut Adhy, forum tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan masukan, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi atas pelaksanaan program prioritas nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, swasembada pangan, hingga penghapusan kemiskinan ekstrem.
Adhy menyebut Jawa Timur termasuk daerah terdepan dalam implementasi program pemerintah pusat. Jatim menjadi kontributor terbesar Sekolah Rakyat dengan 26 sekolah dan 2.450 siswa, menargetkan 9,02 juta penerima MBG, serta telah menjangkau 6,9 juta warga melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Selain itu, Jawa Timur telah membentuk 8.494 Koperasi Merah Putih yang seluruhnya berbadan hukum dan berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem sebesar 4,26 persen selama 2020–2025, melampaui capaian nasional sebesar 3,05 persen.
Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, mengapresiasi kinerja Jawa Timur yang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,96 persen (year-on-year) pada triwulan I 2026, tertinggi di Pulau Jawa dan di atas rata-rata nasional.
Ia berharap hasil rakor bersama Komisi II DPR RI dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif guna menyempurnakan pelaksanaan program-program prioritas Presiden di daerah.


