Pemkab Bojonegoro Perkuat Link and Match Sekolah dan Dunia Kerja
Bojonegoro, Nawacita – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi antara sekolah vokasi, dunia usaha, dan pemerintah untuk menekan angka pengangguran terbuka. Langkah ini menjadi penting karena lulusan SMK masih mendominasi jumlah pencari kerja di daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta 45 Ketua BKK se-Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan keberhasilan menurunkan angka pengangguran merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Bojonegoro mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas capaian penurunan angka pengangguran,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, pemerintah daerah saat ini juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, hubungan antara sekolah vokasi dan dunia usaha perlu diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Saat ini terdapat sekitar 122 SMK di Bojonegoro dengan jumlah siswa mencapai 25 ribu orang. Setiap tahun, sekitar 7 ribu lulusan baru memasuki dunia kerja sehingga dibutuhkan strategi yang mampu meningkatkan daya saing mereka.
Ia menegaskan bahwa program pelatihan kerja harus tepat sasaran dan memberikan hasil yang nyata bagi peserta.
“Jangan hanya mengejar jumlah peserta pelatihan, tetapi harus menghasilkan manfaat yang nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Mahmudi mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka masih didominasi lulusan SMK atau sederajat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurut Mahmudi, Bursa Kerja Khusus (BKK) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara sekolah dan perusahaan. Saat ini terdapat 45 BKK aktif di Bojonegoro yang terdiri dari dua perguruan tinggi, 42 SMK, dan satu SMA.
Berdasarkan data tracer study, sebanyak 2.872 tenaga kerja berhasil ditempatkan melalui seluruh BKK. Tiga BKK dengan capaian penempatan tertinggi adalah SMKN Purwosari dengan 323 tenaga kerja, SMKN Kasiman sebanyak 293 tenaga kerja, dan SMKN 1 Bojonegoro sebanyak 288 tenaga kerja.
Untuk memperluas kesempatan kerja, Disperinaker Bojonegoro juga menjalankan berbagai program pendukung seperti Mini Job Fair, Job Fair Utama, pelatihan sertifikasi kompetensi, layanan Grup Solusi Kerja dan Ruang Konsultasi Kerja, seminar penguatan soft skill, hingga penyebarluasan informasi lowongan kerja.
Melalui penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha, Pemkab Bojonegoro berharap lulusan SMK semakin siap memasuki pasar kerja sehingga angka pengangguran terbuka dapat terus ditekan dan kualitas tenaga kerja lokal semakin meningkat.


