Saturday, June 6, 2026

Mengenal Mensa, Komunitas Orang Ber-IQ Tinggi yang Mendunia

Mengenal Mensa, Komunitas Orang Ber-IQ Tinggi yang Mendunia

Jakarta, Nawacita | Kata Mensa akhir-akhir ini ramai dibicarakan di medsos setelah salah satu aktor asal Singapura, Ayden Sng yang tengah naik daun diketahui tergabung dalam organisasi yang konon hanya bisa dimasuki orang-orang ber-IQ tinggi. Lantas, apa sebenarnya Mensa?

Mensa dikenal sebagai organisasi IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia. Namun, di balik reputasinya sebagai perkumpulan orang-orang dengan kecerdasan di atas rata-rata, Mensa ternyata memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghimpun individu dengan skor IQ tinggi.

Melansir Mensa International, Mensa sendiri didirikan pada 1946, dan kini memiliki sekitar 150 ribu anggota yang tersebar di hampir 50 negara. Organisasi ini aktif di hampir seluruh benua, kecuali Antarktika, dan menjadi wadah bagi orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual dalam kelompok 2 persen teratas populasi umum.

Nama ‘Mensa’ sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘meja’. Filosofi tersebut menggambarkan sebuah meja bundar tempat semua orang duduk setara tanpa memandang latar belakang etnis, agama, usia, pendidikan, status sosial, maupun pandangan politik.

Baca Juga: ICX 2026 Hadirkan Ruang Nongkrong Kreatif untuk Pecinta Kopi dan Komunitas

Satu-satunya syarat untuk menjadi anggota adalah mencapai skor yang menempatkan seseorang dalam 2 persen teratas populasi pada tes kecerdasan yang diakui Mensa.

Berbeda dengan anggapan bahwa organisasi ini hanya diperuntukkan bagi kalangan akademisi atau ilmuwan, Mensa memiliki anggota dari berbagai profesi dan latar belakang. Mulai dari anak-anak usia prasekolah, mahasiswa, pekerja profesional, hingga profesor universitas. Bahkan, terdapat anggota yang tidak menempuh pendidikan formal tinggi.

Mensa juga menegaskan bahwa mereka tidak mengambil posisi resmi terkait isu politik, agama, maupun persoalan sosial. Organisasi ini memilih menjadi forum terbuka bagi beragam sudut pandang yang dimiliki para anggotanya.

Untuk menjadi anggota Mensa, seseorang harus mengikuti tes kecerdasan yang telah disetujui dan diawasi secara resmi. Hasil tes tersebut harus menunjukkan bahwa peserta berada dalam kelompok 2 persen teratas populasi umum.

Di negara-negara yang belum memiliki organisasi Mensa nasional, calon anggota tetap dapat bergabung melalui skema Direct International Membership. Melalui mekanisme ini, individu yang memenuhi syarat dapat menjadi anggota langsung di bawah Mensa International.

Baca Juga: Bunkasai 2025 Buktikan Budaya Pop Jepang Jadi Ruang Positif Lintas Kampus dan Komunitas

Lantas, apakah Mensa ada di Indonesia?

Di Indonesia, Mensa tidak hanya berfokus pada pengukuran IQ. Organisasi ini juga berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai makna kecerdasan di era modern.

Chairman Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan, mengatakan bahwa Intelligence Day menjadi langkah awal bagi Mensa Indonesia untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mensa Indonesia Intelligence Day menjadi langkah awal Mensa Indonesia sebagai bagian dari organisasi IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagi pengetahuan, wawasan, dan kolaborasi,” kata dia mengutip Mensa Indonesia.

Mensa Indonesia berusaha mengajak para pesertanya untuk memahami bahwa kecerdasan terbentuk melalui perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan. Pendidikan, pola asuh, pengalaman hidup, serta dukungan sosial dinilai memiliki peran penting dalam membantu seseorang mengembangkan potensinya secara optimal. cnn

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru