Gunung Semeru Kembali Erupsi, BPBD Imbau Warga Tetap Patuhi Zona Bahaya
LUMAJANG, Nawacita – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi. Meski demikian, status gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III (Siaga) dan aktivitas vulkaniknya terus dipantau secara intensif oleh petugas pengamatan gunung api.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.47 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 4 detik.
Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, kondisi tersebut dinilai masih berada dalam pola aktivitas vulkanik yang terus dipantau oleh petugas. Karena itu, perhatian utama saat ini diarahkan pada kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi mitigasi dan batas zona bahaya yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Â Gelar Ritual Yadnya Kasada, Kawasan Gunung Bromo Ditutup Mulai 30 Mei
Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lumajang, Nurcahyo, menegaskan bahwa status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga), sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Yang terpenting saat ini adalah masyarakat tetap disiplin terhadap zona bahaya yang telah ditetapkan. Status Semeru masih Siaga sehingga potensi awan panas, guguran lava, maupun lahar tetap harus diwaspadai, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak,” ujar Nurcahyo.
Menurut Nurcahyo, pemantauan aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif oleh PVMBG bersama BPBD dan berbagai pihak terkait guna memastikan setiap perkembangan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi sedini mungkin.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada. Ikuti informasi dari sumber resmi pemerintah dan jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena masih terdapat potensi lontaran material pijar.
Kewaspadaan turut ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sejumlah anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.
Nurcahyo menegaskan, upaya mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemantauan aktivitas gunung api, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.
Dengan status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga), masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana demi menjaga keselamatan bersama.
ncnws.


