Friday, June 5, 2026
Home ADVETORIAL Pelayanan Kesehatan Gratis UHC, Kamar Rawat Inap Puskesmas Bangsalsari Sering Penuh

Pelayanan Kesehatan Gratis UHC, Kamar Rawat Inap Puskesmas Bangsalsari Sering Penuh

0
690
Puskesmas Bangsalsari
Parkir pengunjung di Puskesmas Bangsalsari (Foto: Mujianto/Nawacita)

Pelayanan Kesehatan Gratis UHC, Kamar Rawat Inap Puskesmas Bangsalsari Sering Penuh

Jember, Nawacita.co – Inovasi Bupati Jember tentang kesehatan sangat di rasakan manfaatnya oleh warga Jember.

Program UHC inovasi bupati Jember M Fawait memudahkan menjamin masyarakat yang ber-KTP Jember untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah dan gratis.

Namun, semenjak program itu berjalan lonjakan pasien UHC (Universal Health Coverage) atau KTP berobat gratis di beberapa Puskesmas sering terjadi kakurangan kamar rawat inap.

Namun pihak Puskesmas maupun RS Tidak Boleh menolak jika kamar penuh bahkan pihak Puskesmas maupun RS diwajibkan berkoordinasi dengan puskesmas sebelah atau RS terdekat walupun pasien UHC/BPJS.

Seperti di Puskesmas Bangsalsari saat awak media ini sedang melakukan peliputan terjadi kamar rawat inap penuh bahkan dr Ratna Inawati Suseno kepala Puskesmas menjelaskan kamar rawat inap di Puskesmas Bangsalsari sedang penuh.

Baca Juga: Bupati Jember Ngantor di Kecamatan, Pastikan MPP Mini Simbol Hadirnya Pemerintah

“Walupun kamar rawat inap penuh kami fokuskan pada keselamatan pasien, manajemen antrean, dan koordinasi rujukan, mengacu pada prinsip pelayanan kesehatan dasar.

“Tindakan yang kami diambil pemeriksaan medis awal (Triage) tim dokter akan melakukan asesmen apakah kondisi pasien darurat dan wajib rawat inap, atau masih bisa ditangani sebagai rawat jalan,” ucap dr Ratna Inawati Suseno kepala Puskesmas Bangsalsari (04/06/2026).

dr Ratna menjelaskan optimalisasi fasilitas yang memastikan bahwa informasi mengenai kamar penuh adalah akurat, mengingat kamar kosong secara fisik belum tentu bisa diisi pasien.

“Misalnya karena perbedaan gender, jenis penyakit menular/non-menular maka kami koordinasi rujukan jika puskesmas rawat inap tidak memungkinkan,” terang dr Ratna.

Tapi ,kata dr Ratna jika pasien dalam kondisi stabil, dapat diposisikan untuk mengantre kamar dengan pemantauan ketat dari petugas medis, tapi yang jelas Puskesmas akan memprioritaskan tindakan yang paling aman untuk kondisi pasien sesuai dengan standar pelayanan,” ungkapnya.

Baca Juga: Gus Fawait Dukung Tradisi Sema’an Al-Qur’an Gus Miek Terus Digelar di Jember

dr Ratna berharap, Puskesmas Bangsalsari agar di lakukan penambahan ruang rawat inap atau hospital bed, mengingat lonjakan UHC sangat berdampak positif pada kesehatan masyarakat.

“Maka kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk mencarikan solusi terbaik demi “Jember Baru Jember Maju” katanya.

Fasilitas Rawat Inap di Puskesmas Bangsalsari yakni:

  • Ruang Persalinan (PONED)
  • Ruang Nifas Ibu dan Bayi
  • Ruang Perawatan Umum (Dewasa Laki-laki/Perempuan dan Anak-anak)
  • Ruang Zall Keperawatan.

dr Ratna menambahkan Inovasi bupati Jember sangat bagus dan sangat menjamin kesehatan masyarakat, semoga Pemkab memberikan solusi dengan menambah ruang rawat inap di Puskesmas Bangsalsari “pungkasnya. (ADV)