Tuesday, May 26, 2026

Redam Gejolak Harga Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Pasrepan

Redam Gejolak Harga Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Pasrepan

Pasuruan, Nawacita – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan selama dua hari, yakni 25-26 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk meredam potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, menyatakan bahwa seluruh bahan pokok dalam kegiatan ini dijual mengikuti harga tingkat distributor, jauh di bawah harga eceran pasar pada umumnya.

“Sebagai contoh, harga telur ayam di pasaran kini menyentuh Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram, namun di sini kami jual Rp 22 ribu. Begitu pula gula pasir, dari harga pasar Rp 17.500, kami lepas Rp 14 ribu per kilogram,” ujar Ghoni di lokasi acara, Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga: Bantuan Sembako Jumbo Cair di Tamba’an Pasuruan, Warga Pertanyakan Keterlambatan Distribusi Bulog

Selain gula dan telur, sejumlah komoditas penyumbang inflasi juga dijajakan dengan harga miring. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol Rp 55 ribu dan beras premium Rp 70 ribu. Untuk minyak goreng, Minyakita dijual Rp 14 ribu per liter dan minyak premium Rp 17 ribu. Sementara komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual seharga Rp 8.000 dan Rp 6.000 per 250 gram.

Guna memastikan ketersediaan pasokan, Pemkab Pasuruan menggandeng sejumlah instansi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di antaranya Perum Bulog, PT Rajawali Nusindo, hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3). Ghoni turut mengapresiasi sinergi lintas lembaga yang telah menyokong kelancaran distribusi bahan pokok tersebut kepada masyarakat.

Lebih dari sekadar instrumen stabilitas harga bahan pokok, agenda pasar murah ini juga dimanfaatkan sebagai etalase pemberdayaan ekonomi lokal. Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menyebut pemerintah sengaja memberi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM).

Baca Juga: Menteri PU Kebut Proyek Jembatan Buk Wedi Pasuruan, Target Fungsional Sebelum Nataru

“Pemerintah daerah memfasilitasi UMKM dan IKM agar produk mereka makin dikenal luas. Mulai dari makanan-minuman, kerajinan tangan, hingga produk perabotan rumah tangga,” ucap Yudha.

Yudha menegaskan, operasi pasar ini merupakan bagian dari strategi makro Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pasuruan. Ia berharap langkah antisipatif ini dapat meringankan beban ekonomi warga.

“Harapannya, keberadaan pasar murah ini efektif menekan gejolak harga di pasar dan memastikan masyarakat tetap bisa menjangkau sembako dengan harga yang rasional menjelang Idul Adha,” tuturnya.

Penulis : Rahmat 

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru