Thursday, May 7, 2026

Jemaah Haji Gelombang II Mulai Mendarat di Jeddah Hari Ini

Jemaah Haji Gelombang II Mulai Mendarat di Jeddah Hari Ini

Makkah, Nawacita | Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah memulai penerimaan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada Kamis (7/5/2026).

Kloter SOC 44 asal embarkasi Solo dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sebelum diberangkatkan menuju Makkah.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah Ihsan Faisal mengatakan penerimaan jemaah gelombang kedua menjadi fase baru pelayanan haji di Makkah.

“Insyaallah daerah kerja Makkah besok (7/6/2026) kita akan memulai penerimaan kedatangan gelombang kedua,” ujarnya di Kantor Daker Makkah, Rabu (6/5/2026) malam.

Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah gelombang kedua akan langsung menuju Jeddah dan diwajibkan mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Indonesia.

Menurut Ihsan, pada hari pertama penerimaan gelombang kedua, sebanyak 15 kloter dijadwalkan tiba di Makkah. Kloter SOC 44 diperkirakan tiba di Makkah sekitar pukul 09.55 waktu Arab Saudi.

Baca Juga: Suhu di Makkah Tembus 43 Derajat Celcius, Jemaah Haji Diimbau Batasi Aktivitas Siang Hari

Sementara itu, proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah juga masih terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 110 kloter dengan total lebih dari 42 ribu jemaah telah berada di Makkah.

“Itu artinya kurang lebih 45 persen jumlah jemaah yang sudah sampai di Kota Makkah dari Kota Madinah,” kata Ihsan.

Ihsan menjelaskan pola kedatangan jemaah di gelombang kedua akan jauh lebih dinamis dibanding sebelumnya. Jika pada gelombang pertama kedatangan relatif terjadwal dari siang hingga malam, maka mulai gelombang kedua petugas harus bersiaga penuh selama 24 jam.

“Ketika gelombang kedua sudah mulai datang ke Makkah, itu tidak ada jadwal yang tetap. Artinya bisa datang pagi hari, kemudian siang, sore, malam,” ujarnya.

Karena itu, seluruh petugas PPIH Arab Saudi di sektor-sektor Makkah dipastikan siap menerima kedatangan jemaah kapan pun.

Meski jadwal kedatangan padat, PPIH tetap memprioritaskan kondisi fisik jemaah sebelum menjalankan umrah wajib. Ihsan mengatakan perjalanan panjang dari Indonesia menuju Jeddah yang memakan waktu sekitar sembilan jam, ditambah perjalanan darat menuju Makkah selama dua hingga tiga jam, membuat jemaah membutuhkan waktu istirahat cukup.

Baca Juga: Arab Saudi Tangkap 3 WNI Terkait Iklan Haji Ilegal di Makkah

“Yang paling pokok buat kita adalah kesehatan jemaah,” tegasnya.

Karena itu, seluruh jemaah akan diarahkan check-in hotel dan beristirahat terlebih dahulu sebelum diberangkatkan umrah wajib. PPIH juga menyiapkan perlakuan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.

Mereka tidak langsung diberangkatkan bersamaan dengan jemaah umum. Skema ini dilakukan agar proses pendampingan lebih tertata dan aman.

“Yang memerlukan kursi roda para jemaah lansia dan disabilitas, kita akan melaksanakan (umrah wajib) setelah para jemaah yang lainnya di kloter tersebut melaksanakan umrah,” kata Ihsan.

Memasuki fase ini, Makkah dipastikan menjadi pusat seluruh pelayanan haji Indonesia. Petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara juga akan digeser ke Makkah untuk memperkuat pelayanan, khususnya di kawasan Masjidil Haram yang diperkirakan semakin padat.

“Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini,” pungkas Ihsan. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru