Wednesday, May 6, 2026

Antisipasi Kekeringan, Pemprov Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Antisipasi Kekeringan, Pemprov Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Semarang, Nawacita | Pemprov Jateng mulai bersiap-siap menghadapi musim kemarau pada 2026. Setidaknya, 123 juta liter air bersih sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, untuk mengantisipasi kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan memaparkan, telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan secara komprehensif.

“Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/ kota, sudah disiapkan 123 juta liter air. Ada 18 kabupaten/ kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan,” katanya, saat rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Dongkrak PAD, Gubernur Jateng Minta BUMD Lebih Kreatif Jalankan Usaha

Bergas menjelaskan, saat ini memang masih terjadi hujan di wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan perkiraan, khusus Pulau Jawa akan memasuki musim kemarau pada Juni.

“Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/ kota sudah bisa mendistribusikan 54 juta liter air,” jelasnya.

Terkait distribusi tersebut, imbuh Bergas, juga sudah dilakukan pemetaan termasuk alat distribusi. Menurutnya, saat ini masih dilakukan kajian dan perhitungan terkait biaya distribusi, mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, untuk kesiapan menghadapi musim kemarau sudah ada koordinasi dengan kabupaten/ kota. Salah satunya, untuk pemetaan daerah-daerah rawan kekeringan di Jawa Tengah.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi mengenai persoalan tersebut dengan sejumlah BUMD, supaya dampak kekeringan bisa diantisipasi.

“Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan,” ujarnya. jtgprv

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru