Saturday, April 18, 2026

Bojonegoro Perkuat Pemasaran Telur Gayatri Dukung Peternak

Bojonegoro, Nawacita – Telur Gayatri menjadi andalan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro. Pemkab terus berupaya meningkatkan kesejahteraan peternak lokal lewat program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) setiap hari Jumat di kantor Disnakkan.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Elfia Nuraini, menjelaskan bahwa kegiatan penjualan ini dikolaborasikan dengan program Jumat Asri, kegiatan kerja bakti (korve), serta gerakan membeli telur Gayatri sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peternak lokal.
“Penjualan telur Gayatri tersedia setiap hari Jumat di Disnakkan. Kegiatan ini kami sinergikan dengan Jumat Asri, korve, dan gerakan beli telur Gayatri agar semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, penerima manfaat program yang difasilitasi penjualannya masih berasal dari Kecamatan Kanor. Namun, sejumlah kecamatan lain juga mulai mengembangkan penjualan telur Gayatri dengan pendampingan petugas teknis di wilayah masing-masing.
“Selain Kanor, beberapa kecamatan seperti Margomulyo, Balen, Temayang, Bubulan, Ngasem, Malo, Sekar, dan wilayah lainnya juga sudah mulai menjual telur Gayatri dengan dukungan petugas teknis kecamatan,” jelasnya.
Tidak hanya pada hari Jumat, produk telur Gayatri juga dipasarkan dalam kegiatan car free day (CFD) setiap hari Minggu, bersama dengan produk unggulan sektor peternakan dan perikanan lainnya.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di berbagai kecamatan, di mana telur Gayatri turut disediakan. Harga yang ditawarkan mengikuti harga pasar, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat dengan keunggulan produk yang lebih segar.
“Kedepannya, akan ada edaran agar program MBG menggunakan telur Gayatri. Selain itu, diperlukan kerja sama dengan BUMDes untuk menjaga keberlanjutan program ini,” tambahnya.
Program Gayatri sendiri menjadi salah satu strategi Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah, melalui sektor peternakan. Di sisi lain, program ini juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi dengan mendorong peningkatan konsumsi protein hewani di masyarakat.
Reporter: Parto Sasmito
- Advertisement -
Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES
Bank Jatim

Terbaru