Fitur Baru Instagram: Edit Komentar dalam Waktu 15 Menit
JAKARTA, Nawacita — Instagram resmi memperkenalkan pembaruan fitur yang sudah lama dinantikan pengguna, yaitu kemampuan untuk mengedit komentar. Dirilis pada Kamis (9/4/2026) fitur ini memungkinkan pengguna mengedit komentar yang sudah diposting tanpa harus menghapus dan menulis ulang.
Namun, fitur ini memiliki batasan waktu. Pengguna hanya diberi kesempatan 15 menit setelah komentar dipublikasikan untuk melakukan pengeditan. Dalam periode tersebut, pengguna dapat mengedit komentar berkali-kali sesuai kebutuhan, demikian seperti dilansir laman TechCrunch, Jumat (10/4/2026).

Setiap komentar yang telah diedit akan ditandai sebagai sudah diedit, tetapi pengguna lain tidak dapat melihat versi komentar sebelum diubah. Hal ini berbeda dengan beberapa platform lain seperti iMessage yang masih memungkinkan pengguna melihat riwayat edit.
Selain itu, fitur ini hanya berlaku untuk teks. Jika sebuah komentar berisi teks dan foto, pengguna hanya dapat mengubah teksnya saja, sementara gambar yang sudah diunggah tidak dapat diedit.
Meski terlihat sebagai pembaruan kecil, Instagram menyebut fitur ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengguna dan menjawab keluhan lama. Menariknya, beberapa pengguna sudah lebih dulu menemukan fitur ini dalam tahap uji coba sebelum pengumuman resmi dilakukan. Respons pengguna di internet sebagian besar positif.
Pada hari yang sama, Instagram juga mengumumkan kebijakan baru terkait pembatasan konten untuk akun remaja, yang akan disesuaikan dengan standar rating film usia 13 tahun ke atas. Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak platform media sosial terhadap pengguna muda.
Baca Juga: Instagram Hadirkan Fitur Premium, Pengguna harus Berlangganan
Sementara itu, perusahaan induk Instagram, Meta Platform, juga tengah menghadapi tekanan hukum serius. Pada bulan lalu, Meta mengalami dua kekalahan hukum besar. Pertama di New Mexico, di mana pengadilan menyatakan perusahaan bertanggung jawab atas dugaan membahayakan keselamatan anak, dan kedua di Los Angeles, ketika juri memutuskan bahwa aplikasi Meta didesain secara adiktif bagi anak dan remaja sehingga berdampak pada kesehatan mental mereka.
Selain itu, masih terdapat ribuan kasus hukum lain yang sedang berjalan, dengan sekitar 40 jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat turut mengambil langkah hukum terhadap perusahaan tersebut. rpblk



