Sunday, March 22, 2026

Menteri KKP Trenggono Target 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026

Menteri KKP Trenggono Target 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Sakti Wahyu Trenggono bergerak cepat mengakselerasi visi besar Presiden Prabowo Subianto. Tahun 2026 dipatok sebagai tahun lompatan besar bagi masyarakat pesisir melalui pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh pelosok Tanah Air.

Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya sistematis Menteri Trenggono untuk memperkuat infrastruktur perikanan nasional. Target 1.000 kampung di tahun 2026 ini menunjukkan kenaikan drastis hingga sepuluh kali lipat dibandingkan capaian tahun 2025 yang baru menyentuh angka 100 lokasi.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa perluasan skala program ini menjadi prioritas utama guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Dari 100 titik yang dibangun pada 2025, mayoritas telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sementara sisanya sebanyak 35 titik sedang dalam tahap penyelesaian akhir.

“Tahun 2026, kita bangun 1.000 kampung nelayan secara serentak. Fokus utama diarahkan ke wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi kelautan luar biasa namun masih minim dukungan infrastruktur,” ungkap Trenggono di Jakarta.

Baca Juga: Panggil Menteri KKP, Presiden Prabowo Pantau Ketat Progres Kampung Nelayan Merah Putih

Bagi Trenggono, ketersediaan infrastruktur yang mumpuni di wilayah timur akan menjadi kunci untuk mengungkit daya saing produk perikanan lokal di pasar global.

Target 5.000 Kampung di 2029

Pembangunan masif ini merupakan bagian dari peta jalan strategis KKP untuk memenuhi target Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun 5.000 KNMP hingga tahun 2029. Dengan dimulainya 1.000 kampung di tahun 2026, KKP optimistis ketahanan ekonomi masyarakat pesisir akan semakin kokoh.

Program ini pun mendapat respons positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Besarnya skala proyek KNMP dinilai membuka peluang emas bagi industri asuransi untuk masuk memberikan perlindungan risiko bagi para nelayan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa industri asuransi siap berdiri di belakang program KKP. Kehadiran asuransi diharapkan menjadi ‘sabuk pengaman’ bagi keberlanjutan usaha nelayan dari berbagai risiko aktivitas ekonomi di laut.

“Industri asuransi siap mendukung program pemerintah dengan menyediakan solusi perlindungan risiko, termasuk di sektor kelautan dan perikanan,” jelas Ogi.

Sinergi antara visi keras Menteri Trenggono dan dukungan sektor keuangan ini diharapkan tidak hanya membangun kampung secara fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kelautan yang berkelanjutan dan tahan banting.

inhnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru