Wednesday, March 11, 2026
Home ADVETORIAL Bupati Buka Dialog Bersama Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Sekaligus Buka Puasa Bersama

Bupati Buka Dialog Bersama Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Sekaligus Buka Puasa Bersama

0
709
Bupati Jember Buka Puasa Bersama
Foto bersama usai kegiatan (Foto: Mujianto/Nawacita)

Bupati Buka Dialog Bersama Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Sekaligus Buka Puasa Bersama

Jember, Nawacita.co – Bupati Jember membuka dialog bersama tokoh pemuda dan mahasiswa sekaligus Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi di Pendopo Wahya wibawagraha.

Hadir pada kegiatan itu organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Jember.

Dalam forum itu Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan masukan dari mahasiswa agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di masyarakat.

“Saya sebagai Bupati Jember sangat butuh banyak masukan dan ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Buka Jalur Beasiswa Khusus untuk Anak Kader Posyandu

Menurutnya pemikiran mahasiswa masih sangat orisinil dan berani berpikir out of the box,” kata bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin hanya menerima laporan administratif dari perangkat daerah tanpa mengetahui kondisi nyata di lapangan.

“Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja dari OPD. Tapi saya perlu tahu kondisi yang sebenarnya di lapangan. Karena itu saya membutuhkan masukan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa,” terangnya, (7/3/2026).

Pada kesempatan itu Bupati mengulas kondisi Kabupaten Jember pada awal masa kepemimpinannya, termasuk persoalan kemiskinan yang masih tinggi.

Baca Juga: Bupati Fawait Mulai Salurkan Insentif Guru Ngaji di Jember

“Secara absolut, angka kemiskinan Jember menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sedangkan untuk kategori kemiskinan ekstrem berada pada posisi tertinggi di provinsi tersebut,” ungkap Bupati.

Bupati menambahkan pemerintah Kabupaten Jember saat itu menghadapi persoalan di sektor kesehatan, termasuk utang rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar serta kondisi tiga rumah sakit daerah yang hampir mengalami kolaps.

“Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran dengan menunda pengadaan kendaraan dinas, mengurangi kegiatan seminar, serta memangkas belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Tapi , lanjut Bupati anggaran tersebut dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk memperluas jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas,” pungkasnya. (ADV ji)