Guru Sejahtera, Bangsa Berdaya: Kritik Rhenald atas Skema MBG
Surabaya, Nawacita.co – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengingatkan agar pemerintah tidak mengorbankan anggaran pendidikan demi membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, dana pendidikan bukan untuk dipangkas, melainkan justru harus ditingkatkan, terutama untuk memperbaiki kualitas dan kesejahteraan guru.
“Dana pendidikan itu jangan dikurangi. Bahkan harus ditingkatkan, terutama untuk peningkatan kualitas guru,” tegasnya.
Rhenald menyoroti masih banyak guru yang menerima honor sangat minim, bahkan hanya sekitar Rp200 ribu per bulan. Dengan penghasilan sebesar itu, guru harus memikirkan ongkos transportasi, kebutuhan makan, hingga biaya hidup lainnya.
“Kalau guru tidak bisa kita perbaiki, kita tidak bisa memperbaiki kualitas anak-anak kita,” ujarnya.
Baca Juga: Tak hanya MBG, Zulhas Minta Daerah Kendalikan Harga Pangan
Ia menilai, prioritas pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari peran guru. Tanpa kesejahteraan yang layak, sulit berharap lahir generasi unggul.
Terkait MBG, Rhenald tidak menolak program tersebut. Namun ia menyarankan agar implementasinya lebih tepat sasaran. Program itu sebaiknya difokuskan pada daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, bukan diterapkan secara merata di seluruh wilayah.
Menurutnya, kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung tidak perlu menjadi prioritas utama.
“Lebih baik diberikan pada mereka yang benar-benar membutuhkan. Tidak perlu semuanya,” tandasnya.
Pesan Rhenald jelas: keberpihakan anggaran harus cermat. Pendidikan tetap fondasi utama. Jika guru kuat, kualitas bangsa ikut terangkat.
Reporter: Alus


