Laki-laki Dilarang Pakai Perhiasan Emas, Begini Alasan Secara Medis
JAKARTA, Nawacita – Laki-laki Dilarang Pakai Perhiasan Emas, Perhiasan Emas sering kali dianggap sebagai simbol kemewahan dan status sosial. Banyak orang, baik pria maupun wanita senang mengenakan perhiasan emas untuk menambah kesan elegan dalam penampilan mereka.
Namun, dalam ajaran Islam terdapat aturan khusus yang melarang laki-laki Muslim untuk memakai perhiasan emas. Larangan ini bukan sekadar tradisi atau budaya, melainkan memiliki dasar dari hadis Nabi serta hikmah di baliknya.
Islam mengatur dengan jelas bahwa perhiasan emas hanya diperbolehkan bagi perempuan, sedangkan laki-laki dilarang menggunakannya. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita dari kalangan umat kami, dan diharamkan bagi kaum laki-lakinya.” (HR. An-Nasa’i, bab Perhiasan 5148, Ahmad 19008-19013)
Hadis ini menunjukkan bahwa emas tidak boleh digunakan sebagai perhiasan oleh laki-laki Muslim dalam bentuk apa pun, baik itu cincin, kalung, gelang, maupun jam tangan emas.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas. Beliau langsung meminta agar cincin itu dilepas, kemudian melemparkannya ke tanah seraya bersabda:
“Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya di tangannya.” (HR. Muslim, bab Pakaian 2090)
Hadis ini menegaskan bahwa mengenakan perhiasan emas bagi laki-laki bukan hanya dilarang, tetapi juga diibaratkan seperti memegang bara api neraka.
Baca Juga: Waktu Terlarang Berhubungan Intim Bagi Pasutri, Berikut Penjelasannya Dalam Hukum Islam
Menurut Sudut Pandang Medis
Selain alasan agama, beberapa sumber juga mengemukakan klaim adanya bahaya medis bagi laki-laki yang memakai emas, yang seringkali dikaitkan dengan fenomena “migrasi emas” dan dampak kesehatan lainnya.

Beberapa penelitian dan artikel populer mengklaim bahwa atom emas dapat menembus kulit dan masuk ke dalam aliran darah manusia. Para ahli fisika disebut telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia.
Jika laki-laki mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, atom emas ini disebut dapat terakumulasi dalam darah dan urine melebihi batas aman, sebuah proses yang dikenal sebagai “migrasi emas”.
Di sisi lain, perempuan disebut tidak mengalami masalah ini karena adanya mekanisme alami seperti menstruasi yang membantu mengeluarkan partikel emas berbahaya dari tubuh. Beberapa sumber juga menyebutkan adanya lapisan lemak unik pada tubuh wanita yang tidak dimiliki laki-laki, yang berfungsi mencegah unsur senyawa atom emas masuk lebih dalam ke tubuh.
Baca Juga: Fatwa Haram Sound Horeg Tuai Kontroversi, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Dampak pada Kesuburan Pria
Beberapa sumber mengklaim bahwa senyawa emas yang masuk ke dalam tubuh dapat memengaruhi sistem reproduksi pria. Senyawa dari emas yang masuk ke dalam tubuh juga bisa menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria,.
Penyebab utamanya adalah penurunan fungsi kinerja testis.sehingga menyebabkan menurunnya produksi sperma yang akan membuahi sel telur pada wanita. Klaim ini mencakup penurunan produksi sperma, gangguan motilitas sperma, dan bahkan kerusakan DNA sperma, yang semuanya dapat berkontribusi pada infertilitas pria.
Pengaruh pada Sel Darah dan Sistem Saraf
Beberapa artikel menyebutkan bahwa penggunaan emas oleh laki-laki dapat menyebabkan ketidakseimbangan sel darah. Ketika seorang pria menggunakan emas, jumlah sel darah putih dalam tubuhnya meningkat, dan sebagai hasilnya, jumlah sel darah merah menurun. Ketidakseimbangan ini menyebabkan individu mengalami anemia.
Selain itu, emas juga diklaim dapat berdampak negatif pada sistem saraf otak bahkan berpotensi memicu kejang bagi penderita epilepsi.
Bagaimana dengan cincin kawin?
Banyak pasangan suami istri menggunakan cincin kawin sebagai simbol ikatan pernikahan. Dalam Islam, laki-laki diperbolehkan memakai cincin kawin, tetapi tidak boleh terbuat dari emas. Mereka bisa memilih bahan lain seperti perak atau logam lain yang tidak diharamkan.
Dari Ibnu Abbas r.a., diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki memakai cincin emas, lalu beliau melepas dan membuangnya seraya bersabda:
“Seorang di antara kalian sengaja mengambil bara dari api neraka dan meletakkannya di tangannya.”
Ketika Rasulullah SAW pergi, seseorang menyarankan laki-laki itu untuk mengambil kembali cincinnya agar bisa dimanfaatkan. Namun, laki-laki itu menjawab, “Aku tidak akan mengambil cincin itu selamanya karena sudah diharamkan oleh Rasulullah SAW.”
Hikmah di balik larangan ini
Islam selalu menetapkan aturan dengan tujuan yang baik bagi umatnya. Larangan memakai emas bagi laki-laki memiliki beberapa hikmah, di antaranya:
- Menjaga kesederhanaan – Islam mengajarkan kaum laki-laki untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam berhias.
- Membedakan peran laki-laki dan perempuan – Perhiasan emas lebih cocok digunakan oleh perempuan, sementara laki-laki dianjurkan untuk lebih fokus pada tanggung jawab dan peran kepemimpinan dalam keluarga.
- Menjaga kesehatan – Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan emas dapat mempengaruhi keseimbangan hormon pada laki-laki, meskipun hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut.
atrlp6nws.



