Jakarta, Nawacita.co – Ario Bimo Nandito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024.
Dalam pemeriksaan tersebut, KPK menanyakan sejumlah pertanyaan terkait kunjungan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada bulan Oktober 2023 lalu.
“Secara garis besar memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi, waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi,” kata Dito kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Dito mengaku diajak Jokowi karena ada pembahasan perjanjian kerja sama di bidang olahraga.
Baca Juga: Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan PN Tipikor jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi BTS
Saat itu, kata Dito, Jokowi dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) mengadakan pembahasan kerja sama antarkedua negara.
“Kebetulan waktu itu olahraga menjadi sektor yang Kerajaan Arab Saudi ingin kerja sama. Jadi waktu itu ada tanda tangan MOU juga. Ini MOU-nya tadi saya bawa. Untuk yang Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya,” jelasnya.
MBS kemudian menawarkan bantuan kerja sama kepada pemerintahan Indonesia, yang salah satunya juga membahas mengenai kerja sama pelaksanaan haji.
“Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti kalau Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji ya,” papar Dito.
Baca Juga: Reaksi Keras PDIP-Demokrat saat Mega dan SBY Diseret Dalam Isu Ijazah Palsu Jokowi
Saat ditanya mengenai perjanjian haji, Dito mengaku pembahasan tidak secara spesifik membahas mengenai penentuan kuota.
“Di pertemuan itu tidak ada juga terkait dengan jumlah kuota. Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Bapak Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji,” jelasnya.
Dito mengaku belum mengetahui kemungkinan dirinya akan dipanggil kembali. Namun, ia secara tegas siap hadir jika ada panggilan kembali dari KPK.
“Saya belum tahu. Tapi ya kalau dipanggil pasti saya siap hadir,” tandasnya.***



